Nadal Juarai French Open 2020 dengan Kemenangan Telak, Djokovic: Dia Fenomenal

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Novak Djokovic dan Rafael Nadal di final French Open 2020. REUTERS/Charles Platiau

    Novak Djokovic dan Rafael Nadal di final French Open 2020. REUTERS/Charles Platiau

    TEMPO.CO, JakartaNovak Djokovic sudah mengira akan butuh upaya yang luar biasa agar bisa mengalahkan Rafa Nadal dalam final French Open 2020, Ahad. Namun petenis nomor satu dunia itu tak menduga ia akan benar-benar teraniaya oleh petenis Spanyol itu yang akhirnya sukses merebut gelarnya yang ke-13.

    Djokovic, unggulan teratas berusia 33 tahun, bertarung gagah berani, tapi dihancurkan Nadal dalam tiga set langsung yang berakhir 6-0, 6-2, 7-5.

    "Saya tak mau banyak omong tetapi saya benar-benar dikalahkan oleh Rafa, oleh pemain yang lebih baik di lapangan ini," kata Djokovic yang awalnya difavoritkan mengakhiri dominasi Rafael Nadal di Roland Garros.

    "Dia sama sekali tak pernah gagal dan mengembalikan setiap bola, sungguh secara taktis bermain bagus. Saya merasa bagus sekali sepanjang turnamen ini. Saya kira saya sudah dalam performa yang hebat," sambung Djokovic seperti dikutip Reuters.

    "Sudah pasti saya bisa bermain lebih baik, terutama pada dua set pertama. Namun dia mengejutkan saya dengan cara dia bermain, kualitas tenis yang dia hasilkan," tambah Djokovic.

    "Dia fenomenal. Dia memainkan permainan yang sempurna, terutama pada dua set pertama."

    Delapan dari 11 game pertama harus deuce tetapi setiap kali Djokovic mengendus peluang, Nadal menutupnya. Hebatnya, petenis Spanyol itu membuat hanya 14 kesalahan sendiri, sebaliknya Djokovic membuat 52 kesalahan sendiri yang kebanyakan karena keputusasaan saat berusaha mencari cara menghentikan serangan gencar itu.

    "Luar biasa. Maksud saya, saya mengagumi semua pencapaiannya, maksud saya, terutama pencapaian di sini," kata Djokovic tentang rekor menang-kalah Nadal di Roland Garros yang kini menjadi 100-2.

    Djokovic menggenggam bekal catatan menang-kalah 37-1 tahun ini saat melaju ke final di mana satu-satunya "kekalahan" yang dia alami adalah saat didiskualifikasi dari US Open karena memukulkan bola kepada hakim garis pada babak keempat.

    Jarang sekali Djokovic yang berpikiran tajam membuat kesalahan dalam strateginya, tetapi dia mengakui taktiknya memanfaatkan dropshot secara bebas melawan Nadal seperti dia lakukan pada semua turnamen, menjadi bumerang.

    Nadal membaca sebagian besar taktik itu dan dan tingkat keberhasilan pukulan Djokovic biasa-biasa saja.

    "Hari ini tak berhasil dengan baik, sebut saja begitu," kata Djokovic yang kini kalah dalam tiga final French Open melawan Nadal. "Dia memenangi banyak poin dropshot itu.

    "Jelas saya ingin mengganggu ritmenya. Tapi dia sudah siap. Dia ada di sana, dia sudah bersiap. Dia memainkan semua pukulan yang benar hari ini," kata Djokovic.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.