Asosiasi Suporter Sepakbola Tolak Rencana Penyusutan Jumlah Tim Liga Inggris

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi kecewa pemain Liverpool Roberto Firmino dan rekan setimnya usai gol ketiga pemain Aston Villa John McGinn dalam pertandingan Liga Primer di Villa Park, Birmingham, Inggris, Senin dinihari, 5 Oktober 2020. REUTERS/Peter Powell

    Ekspresi kecewa pemain Liverpool Roberto Firmino dan rekan setimnya usai gol ketiga pemain Aston Villa John McGinn dalam pertandingan Liga Primer di Villa Park, Birmingham, Inggris, Senin dinihari, 5 Oktober 2020. REUTERS/Peter Powell

    TEMPO.CO, Jakarta - Para suporter yang tergabung dalam Asosiasi Suporter Sepakbola, FSA, menolak rencana penyusutan jumlah tim Liga Inggris dalam program Project Big Picture. Mereka menganggap proposal ini hanya untuk melanggengkan kekuatan klub-klub besar di kasta teratas Liga Inggris.

    Dalam keterangan tertulis yang dikutip dari The Sun, Rabu, 14 Oktober 2020, FSA memperingatkan bahwa, “Rencana Project Big Picture ini bukanlah jawabannya. Mereka akan menjadi bencana yang mutlak. Keserakahan yang tak terpuaskan dari segelintir pemilik miliarder tidak bisa dibiarkan menentukan struktur sepakbola di negara ini."

    Liverpool dan Manchester United disebut-sebut sebagai inisiator penyusutan jumlah tim divisi utama Liga Inggris. Usulan yang termuat dalam Project Big Picture ini terkuak pada Ahad lalu setelah pemilik Liverpool John Henry dan pemilik MU Joel Glazer bertemu. Kedua tim mengusulkan agar Liga Primer Inggris hanya diikuti oleh 18 tim saja, bukan 20 tim seperti sistem liga saat ini.

    Baca juga : Alasan Arsene Wenger Yakin Mikel Arteta Bisa Bawa Arsenal Juara Liga Inggris

    Selain mendapatkan waktu lebih leluasa, pemerataan pendapatan hak siar menjadi alasan dua klub mengusung proyek ini. Namun, asosiasi suporter memiliki pandangan lain. “Meskipun Project Big Picture menggantung dana penyelamatan senilai 250 juta poundsterling di depan klub EFL untuk menutupi pendapatan yang hilang, itu mungkin sebenarnya adalah pil sianida berlapis gula," ujar mereka.

    FSA meneruskan, “Enam pemilik klub miliarder bisa mengubah aturan permainan kapan saja mereka suka. Tidak ada jaminan bahwa mereka tidak akan menarik jembatan untuk mengangkat klub-klub di bawahnya dan memotong dana sepenuhnya ke EFL, karena mereka menandatangani surat kematiannya sendiri."

    FSA mengakui proyek ini hadir juga melihat kondisi krisis banyak klub sangat membutuhkan dukungan finansial untuk bertahan hidup. Namun, FSA akan melobi Departemen Digital, Budaya, Media dan Olahraga Pemerintah Inggris ditambah semua otoritas sepak bola termasuk FA untuk membahas rencana proyek ini.

    Baca juga : Liverpool dan Manchester United Usulkan Penyusutan Jumlah Tim Liga Inggris

    Sebuah surat bersama untuk menolak Project Big Picture pun ditandatangani oleh kelompok penggemar resmi Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea, Manchester City dan Tottenham Hotspur. Mereka menulis, “Kita semua memahami bahwa sepak bola tidak bekerja dalam isolasi pihak tertentu. Ini adalah proyek keluarga dan kami membutuhkan sumber daya yang adil untuk memastikan Liga Premier Inggris kompetitif.

    “Kami tidak mendukung proposal dalam bentuknya saat ini. Ada beberapa saran dalam rencana ini yang bermanfaat. Tapi kami sangat menentang pemusatan kekuasaan di tangan enam pemilik klub dan berangkat dari satu klub, satu suara dan etos kolektif Liga Premier. Bagian ini harus segera dibatalkan," tulis FSA.

    Dua fans raksasa Liga Inggris, Manchester United dan Liverpool, yang menggagas proyek ini, pun melawan rencana tersebut. Namun, pertemuan 71 klub English Football League (EFL) sejauh ini menghasilkan persetujuan proyek yang hampir final. Pernyataan EFL berbunyi, "Proposal, yang berupaya mengatasi ketidakseimbangan ekonomi jangka panjang sekaligus menangani kebutuhan keuangan jangka pendek yang diciptakan sebagai akibat Covid-19, mendapat dukungan kuat."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.