Pandemi Covid-19, Piala Dunia U-20 Digelar Tanpa Penonton?

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto udara stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ), Jakabaring Sport City (JSC), Palembang, Sumatera Selatan, Selasa 1 September 2020. Renovasi salah satu stadion yang ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2021 tersebut ditargetkan dapat rampung Desember 2020.  ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    Foto udara stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ), Jakabaring Sport City (JSC), Palembang, Sumatera Selatan, Selasa 1 September 2020. Renovasi salah satu stadion yang ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2021 tersebut ditargetkan dapat rampung Desember 2020. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali belum bisa memastikan kehadiran penonton dalam penyelenggaraan Piala Dunia U-20 2021. Menurut dia, perkembangan penanganan Covid-19 di Indonesia akan berpengaruh pada keputusan untuk membuka tribun untuk penonton.

    “Apakah ada penonton atau tidak ada penonton, kami masih harus lihat situasi Mei sampai Juni, apakah vaksin sudah merata,” kata Amali dalam konferensi pers seusai rapat terbatas tentang "Perkembangan Persiapan Penyelenggaraan Piala Dunia U-20 Tahun 2021" bersama Presiden Joko Widodo, di Jakarta, Selasa, 20 Oktober 2020.

    Baca juga : Jokowi Minta Pesta Pembukaan dan Penutupan Piala Dunia U-20 Ditiadakan

    Meski begitu, Amali menekankan di luar semua itu, protokol kesehatan akan diterapkan dengan ketat mengikuti tata aturan Satgas Penanganan Covid-19. Di samping itu, ia juga menunggu FIFA yang akan melakukan supervisi secara ketat dan memberikan arahan-arahan terkait penerapan protokol kesehatan.

    “Kami akan komunikasikan dan berharap keselamatan dan kesehatan masyarakat jadi yang utama. Kami harap Mei-Juni sudah bisa ditonton dengan kapasitas setengah atau terbatas dari kapasitas stadion yang jelas yang menentukan otoritas yang akan diberi kewenangan dan FIFA itu sendiri,” kata politikus Partai Golkar tersebut.

    Baca juga : Pantau Pemain untuk Piala Dunia U-20, Shin Tae-yong Ingin Liga 1 Segera Bergulir

    Selain itu, Amali menjelaskan bahwa pemerintah belum bisa memastikan waktu kedatangan FIFA untuk mengecek persiapan venue stadion yang akan digunakan untuk pertandingan. Yang pasti, ia memastikan seremoni pembukaan iala Dunia U-20 akan berbeda dengan pembukaan Asian Games 2018.

    “Dari FIFA dimaknai dengan pertandingan hari pertama, jadi alokasi terbatas speech pemerintah dan FIFA saja 5-8 menit karena memang kebiasaan U-20 pertandingan pertama yang merupakan pembukaan dan Presiden memutuskan mengikuti saja apa yang diarahkan FIFA,” kata Zainudin Amali.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Siap-Siap Sekolah Saat Pandemi Covid-19

    Berikut tips untuk mempersiapkan anak-anak kembali ke sekolah tatap muka setelah penutupan karena pandemi Covid-19.