Usul Liga Primer Eropa, Manchester United dan Liverpool Melobi FIFA

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sevilla menjuarai Liga Europa 2019-20 setelah mengalahkan Inter Mian 3-2 di Stadion RheinEnergie, Cologne, Jerman, 21 Agustus 2020. Martin Meissner/Pool via REUTERS

    Sevilla menjuarai Liga Europa 2019-20 setelah mengalahkan Inter Mian 3-2 di Stadion RheinEnergie, Cologne, Jerman, 21 Agustus 2020. Martin Meissner/Pool via REUTERS

    TEMPO.CO, JakartaManchester United dan Liverpool dilaporkan sedang berada dalam pembicaraan dengan FIFA tentang pembentukan European Premier League atau Liga Utama Eropa. Liga yang bakal terdiri dari 18 tim adalah respons jika proposal dua tim papan atas Inggris tentang Project Big Picture gagal.

    Dalam proposal Project Big Picture, The Reds dan The Red Devils mengusulkan bentuk baru Liga Inggris. Ide tersebut adalah pengurangan peserta Liga Primer dari 20 tim menjadi 18 tim. Selain itu, turnamen Piala Liga dan Community Shield dihapus. Usulan ini mandek seiring dengan penolakan sejumlah klub di Inggris.

    Man Utd dan Liverpool pun berputar otak. Keduanya mengusulkan adanya Liga Utama Eropa. Dalam laporan Skysports, pemodal JP Morgan sedang mengumpulkan paket pendanaan senilai 4,6 miliar Poundsterling untuk membantu pembentukan liga utama di benua biru tersebut.

    Baca juga : Klasemen Liga Champions Setelah Manchester United Membuat Kejutan di Kandang PSG

    Selain empat tim Inggris, empat klub dari Italia dan Spanyol diperkirakan akan dimasukkan bersama dengan tiga klub dari Jerman dan Prancis. Mereka akan mendapatkan ratusan juta pound sebagai bantuan keikutsertaannya. Proyek ini tidak akan membuat klub mengakhiri keterlibatan mereka di liga domestik. Jika lolos, liga disebut akan bergulir mulai 2022.

    Sky juga melaporkan bagaimana FIFA terlibat dalam mengembangkan format baru kompetisi yang dimainkan selama musim reguler. FIFA disebut-sebut akan meletakan klub-klub peringkat teratas untuk bersaing dalam format sistem gugur untuk menentukan pemenang turnamen. Ini secara efektif akan mengurangi gengsi Liga Champions Eropa, yang telah menjadi kompetisi kontinental utama sejak 1992.

    Baca juga : Arsene Wenger Sarankan Piala Dunia dan Piala Eropa Digelar 2 Tahun Sekali

    Hingga kini, UEFA belum menentukan sikap atas gagasan tersebut. Namun, seorang juru bicara UEFA menuturkan bahwa mereka menentang setiap proposal yang masuk untuk membentuk liga utama Eropa. UEFA berdalih turnamen seperti itu akan membosankan, "UEFA sangat menentang liga super Eropa. Prinsip solidaritas, promosi, degradasi, dan liga yang terbuka, tidak bisa dinegosiasikan," ujar dia.

    Selain melobi FIFA, Man Utd dan Liverpool juga dikabarkan sedang menggalang dukungan dari klub papan atas Liga Inggris. Mereka mendekati Chelsea, Manchester City, Arsenal, dan Tottenham Hotspurs untuk bergabung. Klub lain seperti Real Madrid, Barcelona, Paris Saint-Germain, Juventus dan Bayern Munchen juga dilobi.

    Dikutip dari The Sun, Presiden Real Madrid Florentino Perez dikabarkan telah menjadi kekuatan pendorong di belakang proyek tersebut. Proposal tersebut dikatakan telah dikerjakan selama lebih dari setahun. Menurut dia, Presiden FIFA Gianni Infantino berbicara tentang reformasi struktur kompetisi pada 2019. Momentum pandemi tak dilepas begitu saja menjadi momentuk untuk mempercepat perombakan kompetisi.

    SKYSPORTS | THE SUN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.