KOI Tunggu Hasil Koordinasi Pemerintah untuk Bidding Tuan Rumah Olimpiade 2032

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari berpose di kantornya di Senayan, Jakarta, Kamis 16 Juli 2020. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari berpose di kantornya di Senayan, Jakarta, Kamis 16 Juli 2020. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari mengaku masih menunggu jadwal pertemuan dengan Presiden Joko Widodo untuk mematangkan rencana pengajuan diri sebagai tuan rumah Olimpiade 2032. Menurut dia, pengajuan diri sebagai tuan rumah memerlukan koordinasi di tingkat kementerian.

    “Semoga dalam waktu dekat kami bisa berkoordinasi dengan semua kementerian sehingga Indonesia bisa dipercaya menjadi tuan rumah Olimpiade 2032,” kata Oktohari dalam siaran pers, Rabu, 21 Oktober 2020.

    Menurut Oktohari, KOI juga sudah mulai menyusun materi untuk dibahas bersama dengan berbagai kementerian sebelum dipresentasikan pada saat bidding tuan rumah penyelenggara olahraga multievent sedunia. Rencananya, hasil koordinasi itu akan dibawa KOI ke markas Komite Olimpiade Internasional (IOC) di Lausanne, Swiss untuk membahas peluang Indonesia menjadi tuan rumah Olimpiade 2032.

    Baca juga : Indonesia Andalkan Tim Representasi untuk Bidding Olimpiade 2032

    Oktohari mengaku semakin optimistis dengan peluang besar Indonesia memenangkan bidding Olimpiade 2032. Apalagi Menteri BUMN Erick Thohir, di sela-sela perjalanan diplomatiknya ke Swiss pekan lalu, sempat menyambangi markas IOC untuk menemui Presiden Thomas Bach.

    Erick Thohir, yang juga anggota IOC itu, berbicara soal situasi olahraga di tengah pandemi serta pencalonan Indonesia sebagai tuan rumah Olimpiade 2032. “Kedatangan itu mendapat sambutan positif oleh IOC. Ini sekaligus menandakan Indonesia serius menjadi tuan rumah Olimpiade 2032 dan kami tengah menyiapkan langkah-langkah lanjutan untuk terus mematangkan persiapan,” ujar Okto.

    Baca juga : Qatar Maju Pencalonan Tuan Rumah Olimpiade 2032, KOI Tak Khawatir

    Peluang memenangkan bidding Olimpiade 2032, menurut Okto, juga semakin besar karena adanya dukungan dari pemerintah. Indonesia pun punya modal bagus lantaran hasil bagus saat menyelenggarakan Asian Games 2018 yang meninggalkan sejumlah venue baru sejumlah cabang olahraga.

    Dengan demikian, menurut Okto, penyelenggaraan Olimpiade akan lebih efisien secara pendanaan biaya. "Indonesia setidaknya telah memenuhi syarat tersebut. Kami akan berusaha menekan biaya. Presiden juga sudah meminta Indonesia menjadi tuan rumah Olimpiade, animo masyarakat pun besar, kini tinggal budget wise yang masih kami susun,” ujar dia.

    Pada bidding tuan rumah Olimpiade 2032, Indonesia tidak sendirian. Indonesia akan bersaing dengan beberapa negara lain, yaitu Unifikasi Korea, Australia, India, China, Jerman dan Qatar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.