Fabio Quartararo: MotoGP 2020 Penuh Kejutan Bukan Karena Marc Marquez, tapi...

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap Petronas Yamaha SRT Fabio Quartararo mengucapkan selamat kepada Alex Rins seusai balapan MotoGP Catalunya di Sirkuit de Barcelona-Catalunya, Barcelona, Spanyol, Ahad, 27 September 2020. REUTERS/Albert Gea

    Pembalap Petronas Yamaha SRT Fabio Quartararo mengucapkan selamat kepada Alex Rins seusai balapan MotoGP Catalunya di Sirkuit de Barcelona-Catalunya, Barcelona, Spanyol, Ahad, 27 September 2020. REUTERS/Albert Gea

    TEMPO.CO, Jakarta - Pembalap Petronas Yamaha SRT Fabio Quartararo tidak percaya bahwa ketidakhadiran juara bertahan Marc Marquez menjadi alasan MotoGP 2020 berjalan begitu aneh. Menurut dia, faktor komposisi ban belakang setiap tim lebih berpengaruh dengan hadirnya delapan pemenang berbeda di sepuluh seri yang telah dijalani.

    Marc Marquez absen sejak lengan kanannya patah di seri perdana di MotoGP Spanyol. Quartararo mengakui Marquez adalah referensi keberhasilan di MotoGP. Namun, ia menilai musim 2020 memiliki banyak komponen untuk bisa mendominasi jalannya kejuaraan. “Bagi saya, ketika Marc berada di kejuaraan, Anda bisa melihat bahwa dia adalah sangat kuat,” kata Quartararo menjelang MotoGP Teruel, dikutip dari Crash, Sabtu 24 Oktober 2020.

    Baca juga : Jadwal MotoGP Teruel: Andrea Dovizioso Sebut Ducati Gagal Buat Langkah Maju

    Pembalap asal Prancis itu menambahkan, "Tapi menurut saya saat ini banyak sekali referensinya. Bukannya kami berjalan terlalu lambat dibandingkan tahun lalu. Anda dapat melihat banyak pemenang dalam kondisi berbeda. Saya pikir orang-orang yang ada di sini berjalan sangat baik dan sangat cepat."

    Di klasemen MotoGP sementara, delapan pembalap teratas hanya terpaut 39 poin. Di posisi empat besar, terdapat Joan Mir, Quartararo, Maverick Vinales dan Andrea Dovizioso yang berselisih hanya 15 poin.

    Baca juga : Jadwal MotoGP Teruel: Fabio Quartararo Ingin Tiru Strategi Joan Mir dan Suzuki

    Bagi Quartararo, penggunaan ban MotoGP 2020 membuat pembalap dan tim diuji konsistensinya. Ban belakang Michelin konstruksi tahun 2020, yang dirancang untuk menghasilkan cengkraman yang lebih besar dan keausan yang lebih konsisten, menjadi bukti menghambat pembalap menyesuaikan diri dengan performa mesin yang ada. “Bukan karena Marc tidak ada di sana sehingga musim ini menjadi kejuaraan yang aneh," kata dia.

    Pembalap Ducati Andrea Dovizioso adalah yang paling terdampak pada perubahan komponen ini. Menurut dia, “jika semua pembalap tidak konsisten, alasannya bukan karena tidak ada referensi. Jika Anda tidak konsisten, itu karena ada penyebabnya. Semua orang melakukan itu. Jadi, satu-satunya perubahan adalah ban belakang. Sangat mudah untuk dipahami."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.