MotoGP Teruel: Fabio Quartararo Heran Selalu Kalah saat Balapan Ganda

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap Petronas Yamaha SRT Fabio Quartararo. REUTERS/Albert Gea

    Pembalap Petronas Yamaha SRT Fabio Quartararo. REUTERS/Albert Gea

    TEMPO.CO, Jakarta - Pembalap Petronas Yamaha SRT Fabio Quartararo mengaku tidak tahu-menahu tentang hilangnya cengkraman bannya pada MotoGP Teruel, Ahad kemarin. Masalah itu membuatnya harus puas finis di posisi kedelapan. Ia pun semakin tertinggal jauh dari Joan Mir yang berada di puncak klasemen MotoGP. Kini, keduanya berselisih 14 poin.

    Quartararo mengatakan tellah kehilangan grip sejak awal balapan. Ia heran karena grip yang didapatkan berbeda dengan sesi latihan. Namun, ia enggan menyalahkan pilihan ban medium-medium karena rekan satu timnya, Franco Morbidelli, berhasil menjadi juara balapan di Sirkuit Motorland Aragon, Spanyol tersebut.

    “Franco menang dan membuat balapan luar biasa dengan ban medium-medium di Yamaha. Jadi, pilihan bannya bagus. Saya tidak senang karena di pagi hari kami menemukan sesuatu yang cukup positif sehingga kami merasa cepat, tapi dalam balapan saya kehilangan segalanya," ujar Quartararo, dikutip dari Motorsport, Senin, 26 Oktober 2020.

    Fabio Quartararo meneruskan, "Ketika saya tertinggal, saya ingin melakukan seperti yang saya lakukan di latihan bebas ke-4, tetapi begitu saya membuka gas, saya kehilangan grip dengan sangat agresif dan inilah mengapa saya tidak terlalu senang. Ini sangat, sangat aneh, saya tidak tahu mengapa ini terjadi tapi ini aneh."

    Ia mengatakan peningkatan setiap tim juga signifikan. Quartararo mengatakan telah berjuang lebih keras setiap kali dua balapan diadakan di satusirkuit. Menurut Quartararo, “sangat sulit untuk mengatakannya, karena Franco sangat konsisten, Franco sangat konsisten dan dia melakukan peningkatan. Kami melakukan perbaikan dari minggu pertama ke minggu kedua, tapi itu sedikit terjadi."

    Quartararo mengakui tidak memiliki konsistensi dalam penampilannya di dua seri terakhir. Hal ini, menurut dia, juga terjadi pada pembalap Yamaha lain, Maverick Vinales, yang meskipun bisa melajut cepat, harus puas finis keempat di MotoGP Aragon. "Ketika ada balapan ganda, Franco meningkat pesat, tetapi ketika ada balapan ganda, kami kalah," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah KLB Partai Demokrat, Apa Kata AD/ART?

    Sejumlah kader ngotot melaksanakan KLB Partai Demokrat. Kubu AHY mengatakan bahwa pelaksanaan itu ilegal. Pasal-pasal AD/ART Partai dapat menjelaskan.