Curhat Fabio Quartararo Seusai Tergusur Joan Mir di Puncak Klasemen MotoGP

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap Petronas Yamaha SRT Fabio Quartararo mengucapkan selamat kepada Alex Rins seusai balapan MotoGP Catalunya di Sirkuit de Barcelona-Catalunya, Barcelona, Spanyol, Ahad, 27 September 2020. REUTERS/Albert Gea

    Pembalap Petronas Yamaha SRT Fabio Quartararo mengucapkan selamat kepada Alex Rins seusai balapan MotoGP Catalunya di Sirkuit de Barcelona-Catalunya, Barcelona, Spanyol, Ahad, 27 September 2020. REUTERS/Albert Gea

    TEMPO.CO, Jakarta - Pembalap Petronas Yamaha SRT Fabio Quartararo kehilangan banyak poin dibandingkan dengan pemimpin klasemen MotoGP Joan Mir. Terakhir, ia kehilangan poin setelah gagal naik podium di MotoGP Teruel. "Semua pembalap membuat langkah besar dan kami terjebak," kata dia, dikutip dari Crash, Rabu, 28 Oktober 2020.

    Sebelumnya, Quartararo memulai balapan ganda di Sirkuit Motorland Aragon dengan keunggulan sepuluh poin atas Joan Mir. Namun, setelah dua balapan, pembalap asal Prancis itu malah tertinggal dengan defisit 14 poin dari pembalap Suzuki itu. Perubahan yang dilakukan di jeda dua balapan tersebut tidak berpengaruh apapun.

    Quartararo memiliki kecepatan untuk menjadi yang terdepan saat mengawali balapan di MotoGP Aragon. Namun, ia merosot ke urutan ke-18 dalam balapan karena tekanan ban depan yang melonjak. Di MotoGP Teruel, mengawali lomba di urutan keenam, ia harus puas menyelesaikan balapan di urutan kedelapan.

    Baca juga : Favorit Juara MotoGP 2020, Joan Mir Bicara Pengalaman Saat Juara Moto3

    Sementara itu, rekan setim, Franco Morbidelli berhasil memenangkan balapan Ahad lalu dengan menggunakan kombinasi ban medium-medium yang sama dengan Quartararo. "Franco menang dan membuat balapan luar biasa. Jadi pilihan bannya bagus dan tekanan ban sepertinya baik-baik saja," kata Quartararo.

    Baca juga : Nobar Yamaha Virtual Balapan Franco Morbidelli Bagi-bagi Hadiah

    Ia mengaku ingin mengulang penampilan agresif pada latihan bebas keempat. Namun, ia gagal karena kehilangan cengkaraman pada bannya. "Inilah alasan saya tidak terlalu senang, karena saat pemanasan saya sangat senang dengan waktu yang kami lakukan. Saya menyelesaikan 25 lap dan saya cukup percaya diri, tetapi saat balapan kondisinya benar-benar berbeda," kata dia.

    Quartararo bukan satu-satunya pembalap Yamaha yang berjuang menemukan kecepatannya di balapan kedua Aragon. Pembalap Monster Energy Yamaha MotoGP Maverick Vinales gagal menjaga asa untuk merebut juara MotoGP 2020 setelah hanya finis ketujuh tepat di depan Quartararo.

    "Franco sangat konsisten dan dia melakukan peningkatan. Sayangnya, kami gagal melakukan perbaikan dan kami tidak memiliki konsistensi. Maverick juga begitu cepat. Dia orang yang harus dikalahkan, tapi akhirnya dia menempati posisi keempat dan sekarang dia finis hanya setengah detik di depan saya," ujar Fabio Quartararo yang saat ini berada di urutan kedua klasemen MotoGP.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.