Tantangan Berat Menunggu Tunggal Putri

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta: Tantangan berat telah menunggu tunggal putri Indonesia dalam turnamen Super Seri Denmark Terbuka 2008 pada 21-26 Oktober mendatang. Maria Kristin, Firdasari Adrianti, dan Pia Zebadiah Bernadet akan memperkuatk tunggal putri kali ini.

    Hasil undian tampaknya akan cukup membuat tiga putri Indonesia berjuang keras untuk meraih gelar juara. 

    Andalan Indonesia Maria Kristin Yulianti akan langsung rival terberatnya Lu Lan di babak kedua. Maria mengaku sangat ingin membalas kekalahannya di Jepang Terbuka September lalu. 

    "Saya ingin bisa menang lagi nanti," katanya. Pelatih tunggal putri, Marleve Mainaky menyatakan demi mencapai harapannya itu, Maria harus memiliki keyakinan dari awal. 

    "Dia juga harus mampu memegang ritme permainan dari awal," katanya. Di babak pertama, Maria akan menghadapi pebulutangkis asal Inggris Jill Pittard.

    Sementara itu, Firda akan langsung bertemu dengan bintang Hong Kong Weng Chan. Untuk menghadapi peraih emas di Asian Games Doha 2006 ini, Marleve menyatakan jika Firda harus benar-benar siap mental. "Dia tidak boleh panik jika tertinggal di awal permainan," katanya. 

    Jika Firda mulus sampai perempatfinal, kemungkinan besar dia akan berhadapan dengan Pia. Menurut Marleve, saat ini Pia sudah dibekali dengan kestabilan mental yang lebih baik. "Mudah-mudahan dia bisa memberikan hasil yang terbaik," katanya.

    Hasil undian di tunggal putri ini kemungkinan menciptakan All Indonesian final. Namun, Indonesia harus mendapat persaingan berat dari unggulan-unggulan asal Cina seperti Xie Xingfang, Lu Lan, dan Lin Zhu. Juga unggulan asal Denmark Tine Rasmussen. 

    Pada turnamen ini Indonesia juga menurunkan pemain lapis utama di nomor lainnya. Di tunggal putra, Indonesia akan diperkuat oleh Simon Santoso, dan Sony Dwi Kuncoro. Sayangnya Taufik Hidayat memilih absen dari turnamen ini. "Taufik masih kelelahan," kata Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI Lius Pongoh.

    Pada nomor ganda putra, Indonesia akan diperkuat Markis Kido/Hendra Setiawan, Bona Septano/Muhamad Aksan, dan Yonatan Suryatama Dasuki/Rian Sukmawan. Tiga pasangan juga akan memperkuat ganda putri yaitu Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari, Lita Nurlita/Endang Nursugianti, dan Rani Mundiasti/Jo Novita. 

    Pada nomor ganda campuran, Indonesia akan diwakili Flandy Limpele/Greysia Polii, Devin Lahardi Fitriawan/Lita Nurlita, serta Endang Nursugianti/Anggun Nugroho. Sebenarnya, pasangan Nova Widianto/ Liliyana Natsir serta Muhammad Rijal/Vita Marissa juga terdaftar dalam turnamen ini. Namun, mereka lebih memilih mundur seperti Taufik Hidayat.

    Marleve Mainaky juga mempersiapkan salah satu anak asuhnya untuk berlaga di kejuaraan dunia junior yang akan dimulai pada 24 Oktober mendatang. Indonesia akan diwakili tiga atlet pratama dan satu orang dari lapis kedua pelatnas. Tiga atlet pratama itu antara lain Lindaweni Fanetri, Rizki Amelia Pradipta, dan Siti Anida Lestari Qoryatin. Selain mereka, Febby Angguni yang juga akan berjuang bersama tim Indonesia di kejuaraan yang akan berlangsung di India itu.

    Marleve menyatakan modal fisik yang dimiliki Febby dan kawan-kawannya sangatlah baik. "Dia (Febby) memiliki kelenturan tubuh dan power yang sangat bagus," katanya. Namun, menurut Marleve, Febby sampai saat ini masih perlu mendapatkan pelatihan lebih banyak dari segi mental. "Dia harus terus dipacu lagi semangat berjuangnya saat berlaga di lapangan, dia masih kurang percaya diri," katanya.

    Marleve tak bisa menjamin kualitas tiga atlet pratama yang akan berlaga bersama Febby. "Bukan saya yang melatih mereka, tetapi menurut saya mereka bertiga memiliki postur yang sangat bagus," katanya. 

    EZTHER LASTANIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?