Maverick Vinales Bicara Peluang Juara MotoGP, Joan Mir dan Suzuki di Level Beda

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap Monster Energy Yamaha, Maverick Vinales berselebrasi dengan trofinya di atas podium usai memenangi balapan MotoGP Emilia Romagna di Sirkuit Dunia Misano Marco Simoncelli, Misano, Italia, Ahad, 20 September 2020. Vinales menjadi yang terdepan dalam balapan ini. REUTERS/Jennifer Lorenzini

    Pembalap Monster Energy Yamaha, Maverick Vinales berselebrasi dengan trofinya di atas podium usai memenangi balapan MotoGP Emilia Romagna di Sirkuit Dunia Misano Marco Simoncelli, Misano, Italia, Ahad, 20 September 2020. Vinales menjadi yang terdepan dalam balapan ini. REUTERS/Jennifer Lorenzini

    TEMPO.CO, Jakarta - Pembalap Monster Energy Yamaha MotoGP Maverick Vinales mengakui peluangnya untuk menjuarai MotoGP 2020 semakin sulit. Menurut dia, penampilan yang tidak konsisten membuat pembalap Suzuki Ecstar Joan Mir saat ini berada di puncak klasemen MotoGP. Mir pun berpeluang lebih besar menyabet juara musim ini.

    Bertenggernya Joan Mir dan Suzuki di puncak klasemen tentu mengejutkan MotoGP 2020. Ketika juara bertahan MotoGP Marc Marquez absen karena cedera patah tulang, Vinales dan Andrea Dovizioso sebenarnya menjadi favorit juara. Keduanya finis di urutan kedua dan ketiga klasemen MotoGP dua musim terakhir, tepat di bawah Marc Marquez.

    Tiga seri balapan terakhir MotoGP 2020 menjadi penentu. Namun, Dovizioso masih harus berjuang mengatasi performa ban bersama Ducati yang membuatnya gagal naik podium di tujuh balapan terakhir. Sedangkan, Vinales, selain tidak konsisten, ia juga gagal finis di lima besar pada dua balapan berturut-turut sejak balapan di Sirkuit Jerez.

    Baca juga : Belum Dapat Tim MotoGP, Andrea Dovizioso Bisa Kembali ke Yamaha Jadi Test Rider

    Adapun Joan Mir, meski belum meraih kemenangan, hanya sekali berada di luar empat besar besar dalam delapan seri terakhir. Dia pun memimpin kejuaraan dengan selisih 14 poin dari Pembalap Petronas Yamaha SRT Fabio Quartararo yang mengantongi 3 kemenangan dan berselisih 19 poin di atas Vinales yang berhasil memenangkan satu seri MotoGP.

    "Target saya adalah memenangkan gelar, tetapi dengan hasil yang tidak konsisten ini dan perasaan yang saya miliki di motor ini, akan sangat sulit untuk memenangkan gelar ini. Kami melakukan banyak kesalahan, juga dari segi teknis. Yang bisa saya lakukan adalah tetap tenang, santai dan memberikan info terbaik untuk Yamaha," kata dia, dikutip dari Crash, Kamis, 29 Oktober 2020.

    Baca juga : Klasemen MotoGP, Maverick Vinales: Sulit Mengejar Joan Mir dengan Yamaha 2020

    Ia meneruskan, "Saya tidak bisa berkata terlalu banyak. Di balapan terakhir, motor saya tidak berfungsi, saya memiliki banyak masalah. Bagi saya sesuatu yang masih belum saya mengerti adalah bagaimana saya bisa melaju secepat itu di sesi latihan, tetapi tidak bisa menyamai catatan waktu dalam balapan."

    Vinales memperingatkan keberadaan Mir di puncak klasemen MotoGP juga didukung oleh performa Suzuki musim ini. Menurut dia, Suzuki sedang berada di level lain. "Suzuki sepertinya mampu berbelok lebih cepat, lebih banyak kecepatan tikungan dan lebih sedikit butuh ruang di tikungan. Anda tidak dapat memulihkan semua ini hanya dengan membuka gas secara lebih," ujar Vinales.

    Vinales menyelesaikan balapan di Aragon dengan selisih 2,8 detik dari rekan setim Joan Mir, Alex Rins, di Aragon pertama. Sedangkan, di Aragon kedua, Vinales lebih lambat sekitar 4 detik. Namun, Vinales tidak sendiri. Hanya Franco Morbidelli pembalap Yamaha yang bisa menampilkan kecepatan di Aragon. Sedangkan Fabio Quartararo juga memiliki masalah dengan motornya sehingga harus puas di posisi kedelapan di seri terakhir MotoGP Teruel, Ahad lalu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.