Bukan Positif Covid-19, Diego Maradona Akan Jalani Operasi Otak

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Diego Maradona saat diperkenalkan sebagai pelatih baru Gimnasia y Esgrima, 8 September 2019. REUTERS/Agustin Marcarian

    Diego Maradona saat diperkenalkan sebagai pelatih baru Gimnasia y Esgrima, 8 September 2019. REUTERS/Agustin Marcarian

    TEMPO.CO, Jakarta - Legenda sepak bola Argentina Diego Maradona dijadwalkan menjalani operasi otak untuk mengatasi pembekuan darah di Buenos Aires, Argentina. Sebelumnya Maradona dilarikan ke rumah sakit pada Senin kemarin .

    Dokter pribadi Maradona, Lepoldo Luque, menyatakan bahwa Maradona telah sadar setelah disebut sempat pingsan pada Senin kemarin. Dia disebut mengalami pembekuan darah di otak sehingga harus menjalani operasi untuk mengeluarkan darah tersebut.

    “Saya akan mengoperasi dia. Ini operasi rutin, dia sadar," kata Leopoldo. "Dia mengerti, dia sepenuhnya setuju, dia sangat tenang.

    Diego Maradona yang dibawa ke rumah sakit di La Plata pada Senin kemarin untuk menjalani serangkaian tes setelah merasa tidak sehat. Hasil tes menunjukkan adanya pembekuan darah tersebut.

    Media-media di Argentina menyebutkan bahwa pembekuan darah tersebut disebabkan benturan di kepala pahlawan Timnas Argentina di Piala Dunia 1986 tersebut.

    Luque mengatakan gumpalan itu sangat kecil sehingga tampak tidak terlihat. Dia pun tak mau berspekulasi soal penyebab gumpalan tersebut dengan mengatakan bahwa orang yang menderita gumpalan itu jarang ingat mengalami benturan di kepala.

    Ahli bedah syarat Raul Matera menambahkan bahwa operasi yang dijalani Maradona merupakan operasi kecil. Menurut dia, Maradona akan bisa segera meninggalkan rumah sakit pasca operasi tersebut.

    "Operasi itu hanya membutuhkan sayatan kecil untuk mengalirkan darah. Dalam 24 atau 48 jam pasien dapat meninggalkan rumah sakit,” kata Raul Matera kepada saluran TyC Sports.

    Diego Maradona sebelumnya disebut hanya mengalami anemia dan dehidrasi. Hal itu, menurut Luque, membuat tubuh pria yang baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-60 itu sangat lemah dan mudah merasa lelah. Akan tetapi tes lanjutan menunjukkan dia mengalami pembekuan darah di otak.

    Maradona juga sempat diduga terjangkit  Covid-19 dan harus menjalani isolasi setelah salah satu pengawal pribadinya dinyatakan positif. Akan tetapi hasil tes menunjukkan dia negatif.

    Pembekuan darah itu Sebelumnya Diego Maradona sempat mengalami dua kali serangan jantung. Dia disebut mengalami banyak masalah kesehatan karena kebiasaannya mengkonsumsi narkoba dan alkohol di masa lalu. Kebiasaan itu pula yang diduga menyebabkan Maradona mengalami pembekuan darah.

    FOX SPORTS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.