Alami Pembekuan Darah di Otak, Diego Maradona Disebut Pukul Kepalanya Sendiri

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penggemar Diego Maradona berkumpul di luar klinik di mana Maradona akan menjalani operasi untuk hematoma subdural, menurut dokter pribadinya, di Olivos, di pinggiran Buenos Aires, Argentina 3 November 2020. REUTERS/Matias Baglietto

    Penggemar Diego Maradona berkumpul di luar klinik di mana Maradona akan menjalani operasi untuk hematoma subdural, menurut dokter pribadinya, di Olivos, di pinggiran Buenos Aires, Argentina 3 November 2020. REUTERS/Matias Baglietto

    TEMPO.CO, Jakarta - Legenda sepak bola Argentina, Diego Maradona, mengalami pembekuan darah di bagian otaknya. Pembekuan darah itu kabarnya terjadi karena Maradona memukul kepalanya sendiri.

    Hal itu diungkapkan oleh manajer sekaligus teman Maradona, Stefano Ceci. Dalam wawancara dengan sebuah stasiun radio Argentina, Ceci mengatakan bahwa Maradona mengalami depresi karena insomnia yang dialaminya.

    Hal itu diperparah dengan vonis dokter bahwa dirinya mengalami anemia plus kondisi pandemi Covid-19 yang saat ini terjadi.

    "Dia pasti memukul kepalanya sendiri dan tak menyadarinya. Hal itu bisa terjadi setlah dia meminum obat untuk insomnianya," kata Ceci.

    "Dia sangat tertekan dalam beberapa hari sebelumnya. Dia mengalami depresi dan masalah Anemia memperburuk kondisi itu. Dia telah menjalani berbagai tes dalam beberapa tahun terakhir karena gaya hidupnya dan situasi pandemi ini tak membantu secara psikologis."

    "Dia mengisolasi dirinya di rumah dalam beberapa bulan terakhir dengan hanya ditemani seorang koki dan asisten rumah tangga. Dia bahkan tak bertemu dengan keluarganya sejak pandemi ini dimulai," ujarnya.

    Ceci menyatakan bahwa pembekuan darah tersebut terjadi karena benturan di kepala Maradona. Menurut dia, dokter yang menangani Maradona menyatakan operasi itu tak terlalu berbahaya.

    "Dia akan menjalani operasi setelah CT Scan menemukan ada pembekuan darah di otaknya karena trauma," kata dia. "Tim medis memberitahukan kepada saya bahwa ini bukan operasi yang berbahaya. Dia akan menjalani operasi malam ini."

    Pada Senin lalu Diego Maradona dilarikan ke Rumah Sakit La Prata, Buenos Aires, Argentina, setelah tak sadarkan diri di kediamannya.

    Media-media Argentina sempat mencurigai pahlawan Tim Tango di Piala Dunia 1986 itu terjangkit Covid-19. Pasalnya pada pekan lalu seorang pengawal pribadi Maradona divonis positif terjangkit virus tersebut.

    Akan tetapi Maradona dipastikan tak terjangkit Covid-19. Dokter pribadinya, Lepoldo Luque, menyatakan bahwa Maradona mengalami pembekuan darah di otak sehingga harus menjalani operasi untuk mengeluarkan darah tersebut.

    Dalam beberapa tahun terakhir kondisi kesehatan Diego Maradona memang disebut memburuk. Dia sempat dua kali terkena serangan jantung dan divonis mengidap anemia yang membuat tubuhnya lemas dan cepat merasa letih.

    Masalah kesehatan Mantan Pelatih Timnas Argentina tersebut kabarnya disebabkan kebiasaannya mengkonsumsi narkoba dan alkohol di masa lalu.

    FOOTBALL ITALIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.