Maverick Vinales: Perebutan Gelar Juara MotoGP Bukan Masalah Kami, tapi...

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap Monster Energy Yamaha Maverick Vinales. REUTERS/Jennifer Lorenzini

    Pembalap Monster Energy Yamaha Maverick Vinales. REUTERS/Jennifer Lorenzini

    TEMPO.CO, JakartaMaverick Vinales lesu ketika mendapati hasil balapan di MotoGP Eropa, Ahad kemarin. Mengawali balapan dari pitlane setelah timnya melebihi alokasi mesinnya untuk MotoGP 2020, ia harus puas finis di posisi ke-12. Kini, ia pun terpaut 41 poin dari pemuncak klasemen MotoGP Joan Mir yang mengantongi 162 poin.

    Vinales mengatakan hilangnya harapan meraih gelar juara MotoGP bukan persoalan untuknya. Sebabnya, ia mengakui bahwa lemahnya performa Yamaha sepanjang musim sulit diantisipasi. “Masalah kami bukanlah menjadi juara, ini benar-benar hal lain. Saat ini, kami sangat jauh dalam hal kecepatan dan itulah yang perlu kami pulihkan," ujar dia dikutip dari Motorsport, Senin, 9 November 2020. 

    Baca juga : Persaingan Berebut Gelar Juara MotoGP 2020: Fabio Quartararo Ogah Lempar Handuk

    Bahkan, ia sudah pesimistis bakal meraih gelar juara musim ini. “Joan Mir harus melakukan kesalahan dan saya harus memenangkan dua balapan yang tersisa. Jadi, yang pasti itu sangat sulit. Sejujurnya, saya bahkan tidak memikirkannya," ujar dia.

    Baca juga : Runner Up di GP Eropa, Alex Rins Masih Berambisi Juara MotoGP 2020

    Maverick Vinales meneruskan, “Saya tidak benar-benar tahu apa yang akan terjadi karena kami tidak memiliki lebih banyak informasi tentang motor yang kami miliki sekarang. Jadi, kami akan melihat. Yang pasti Yamaha berhasil, mereka mengerti bahwa kami memiliki masalah, bahwa kami dalam masalah dan pasti mereka akan berusaha untuk bekerja.”

    Hasil balapan pertama di Valencia sungguh adalah hasil buruk untuk Vinales. Selain memulai balapan dari pitlane,  pembalap Spanyol itu juga harus bekerja dengan anggota kru seadanya. Sebab, setelah hukuman terhadap Yamaha, kru untuk pembalap bernomor 12 dinyatakan positif Covid-19 dan memaksa empat personel lain diisolasi.

    Kemenangan Joan Mir membuatnya berselisih 37 poin di klasemen MotoGP dari pesaing terdekatnya, Fabio Quartararo. Pembalap Yamaha lain, Franco Morbidelli terlihat lebih ramping, setelah berjuang finis di posisi ke-10 dan terpaut 45 poin dari Joan Mir.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.