MotoGP 2020, Valentino Rossi: Dear Yamaha, Belajarlah dari Suzuki

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap MotoGP Valentino Rossi menjelang tampil di isano World Circuit Marco Simoncelli, Misano, Italia, 19 September 2020. Valentino Rossi mengunggah hasil tes Covid-19 negatif dan dapat melakukan perjalanan ke Valencia. Akan tetapi, ia masih membutuhkan negatif lain untuk bisa ambil bagian dalam seri balapan MotoGP Eropa di Sirkuit Ricardo Tormo, akhir pekan ini. REUTERS/Jennifer Lorenzini

    Pembalap MotoGP Valentino Rossi menjelang tampil di isano World Circuit Marco Simoncelli, Misano, Italia, 19 September 2020. Valentino Rossi mengunggah hasil tes Covid-19 negatif dan dapat melakukan perjalanan ke Valencia. Akan tetapi, ia masih membutuhkan negatif lain untuk bisa ambil bagian dalam seri balapan MotoGP Eropa di Sirkuit Ricardo Tormo, akhir pekan ini. REUTERS/Jennifer Lorenzini

    TEMPO.CO, Jakarta - Valentino Rossi mengungkapkan kekecewaannya setelah tersingkir di MotoGP Eropa karena masalah teknis di M1. Pembalap asal Italia berusia 41 tahun itu mengatakan kesuksesan Suzuki pada MotoGP 2020 harus menjadi pelajaran untuk Yamaha di masa mendatang. "Suzuki harus menjadi referensi," kata dia, Senin, 9 November 2020.

    Valentino Rossi kembali ke MotoGP setelah sembuh dari Covid-19. Namun, ia balapan hanya beberapa lap. Hari sial The Doctor dimulai ketika motor Yamaha M1-nya terdiam d awal balapan. "Awalnya kami mengira bahwa ini masalah biasa, tetapi tampaknya ada kegagalan di hulu, yaitu masalah elektronik," ujar dia.

    Ia meneruskan, “Motor itu terdiam. Mesinnya tidak rusak, tetapi menurut saya ada masalah kelistrikan. Saya mendapatkan awal yang baik, saya ingin melakukan 27 lap, tetapi pada tikungan 4, masalah terjadi. Mereka berdebat untuk mengerti apa yang terjadi, tapi kami masih belum mengerti."

    Baca juga : Maverick Vinales: Perebutan Gelar Juara MotoGP Bukan Masalah Kami, tapi...

    Dalam balapan seri MotoGP Eropa di Sirkuit Ricardo Tormo, pembalap Yamaha terpuruk. Selain Rossi yang gagal finis, Franco Morbidelli, Maverick Vinales, dan Fabio Quartararo, berada di luar 10 besar saat garis finis. Bagi Rossi, kegagalan itu hanya menyisakan luka untuk Yamaha.

    Rossi pun sudah pesimistis ada pembalap Yamaha yang mampu menyalip posisi Joan Mir di puncak klasemen MotoGP 2020. Ia juga memuji pernampilan tim Suzuki Ecstar sepanjang musim. “Referensi kami adalah Suzuki, kami harus belajar dari mereka," kata dia.

    Baca juga : Persaingan Berebut Gelar Juara MotoGP 2020: Fabio Quartararo Ogah Lempar Handuk

    Juara dunia MotoGP sembilan kali tersebut meneruskan, "MotoGP telah banyak berubah, ini lebih seperti F1. Nampaknya Yamaha belum melakukan langkah tersebut. Mereka memahami sesuatu tentang ban yang tidak kami pahami. Yamaha menang bersama Franco, tetapi ada perbedaan luar biasa antara satu trek dengan trek lainnya."

    Selama liburan musim dingin, ia menjelaskan, tim teknisi Yamaha harus mengatur ulang banyak hal di departemen mesin. Tidak hanya Yamaha M1 yang paling lambat di trek lurus, tetapi juga tidak terlalu bisa diandalkan kekuatannya di trek menikung.

    “Kunci untuk memenangkan Kejuaraan Dunia MotoGP adalah motor yang menang setiap akhir pekan. Maka, mesin itu penting, di departemen mesin kami ada sesuatu yang tidak berfungsi. Motornya selalu paling lambat dan kurang andal. Kami berharap Yamaha akan melakukan sesuatu," ujar Rossi.

    CORSEDIMOTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.