Kritik UEFA dan FIFA, Toni Kroos Sebut Pesepakbola Hanya Dijadikan Boneka

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Timnas Jerman, Toni Kroos. Reuters

    Pemain Timnas Jerman, Toni Kroos. Reuters

    TEMPO.CO, Jakarta - Bintang Real Madrid Toni Kroos merasa bahwa pesepakbola masa kini hanya menjadi boneka yang digunakan oleh FIFA dan UEFA di tengah pembahasan kompetisi baru Liga Super Eropa. Menurut dia, pemain tidak berdaya dalam diskusi tentang kompetisi seperti Nations League dan kemungkinan kompetisi baru lainnya.

    "Pada akhirnya, sebagai pemain, kami hanyalah boneka untuk semua hal baru yang diciptakan oleh FIFA dan UEFA. Tidak ada yang meminta kami," kata Kroos dalam podcastnya "Einfach mal Luppen", dikutip dari Channel News Asia, Kamis, 12 November 2020.

    Baca juga : Real Madrid dan PSG Akan Mulai Bernegosiasi soal Kylian Mbappe

    Kroos, yang membuat penampilan ke-100 untuk tim nasional Jerman, Oktober lalu, berada dalam skuad untuk pertandingan persahabatan melawan Republik Ceko. Ia juga akan masuk dalam skuad untuk pertandingan Nations League melawan Ukraina dan Spanyol.

    Ia menyoroti banyaknya perubahan kompetisi yang digelar oleh federasi sepakbola dalam satu musim antara lain Nations League, atau Piala Super Spanyol di Arab Saudi, atau Piala Dunia Antarklub dengan 20 tim atau lebih. Ia merasa bahwa turrnamen hanya dirancang untuk menyedot segalanya secara finansial klub dan secara fisik pemain.

    Baca juga : Usul Liga Primer Eropa, Manchester United dan Liverpool Melobi FIFA

    Ia juga mengkritik wacana tentang kompetisi baru Liga Primer Eropa yang berusaha mempertemukan 18 klub top Eropa. Meski menilai rencana itu sangat menarik untuk menggaet jumlah penonton televisi, tetapi menurut dia, kompetisi model itu berisiko memperlebar jarak antara klub elite Benua Biru.

    "Menurut saya, juga baik untuk meninggalkan hal-hal tertentu sebagaimana mereka sudah membuatnya dengan format yang sudah baik," kata Kroos, mengacu pada format Liga Champions, Kejuaraan Eropa dan Piala Dunia yang saat ini menjadi kompetisi tertinggi dalam sepakbola.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.