MotoGP, Maverick Vinales Kecewa dengan Pengembangan Motor Yamaha

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap Monster Energy Yamaha Maverick Vinales. REUTERS/Jennifer Lorenzini

    Pembalap Monster Energy Yamaha Maverick Vinales. REUTERS/Jennifer Lorenzini

    TEMPO.CO, Jakarta - Pembalap MotoGP Maverick Vinales, mengungkapkan kekecewaan terhadap pengembangan motor Yamaha tahun ini. Vinales kecewa karena masukannya pada tes pra musim di Sirkuit Sepang tahun lalu tak direspon oleh pabrikan motor asal Jepang tersebut.

    Pembalap tim Monster Energy Yamaha MotoGP itu menyatakan bahwa motor Yamaha M1 2020 yang dia gunakan saat ini memiliki masalah, terutama terkait cengkraman ban belakang. Masalah itu, menurut dia, menyebabkan motor juga kehilangan akselerasi saat keluar dari tikungan.

    "Sayangnya, ketika tak mendapatkan cengkraman yang baik, kami sangat kesulitan dengan ban belakang. Ketika ada cengkraman, semuanya baik-baik saja dan M1 adalah motor yang kompetitif," ujarnya dalam wawancara menjelang balapan seri MotoGP Valencia yang akan berlangsung hari ini, Ahad 15 November 2020.

    "Tetapi ketika mendapatkan masalah, kami harus bekerja sangat keras. Karena masalah itu, kami juga mengalami masalah akselerasi, terutama ketika keluar dari tikungan."

    Maverick Vinales menyatakan sempat mengindikasikan masalah tersebut kepada timnya saat tes pra musim di Sepang, Malaysia. Akan tetapi dia menyatakan masukannya itu tak ditindaklanjuti oleh Yamaha. Dia pun tak mengerti alasannya.

    "Pasti, ada yang tak beres (dengan motor Yamaha M1). Yang bisa saya katakan adalah, pada tes di Sepang saya memberikan Yamaha sejumlah indikasi yang saya kira itu benar. Sayangnya indikasi itu tidak ditindak lanjuti," kata dia.

    "Kenapa? Saya tak tahu. Pada akhirnya Yamaha adalah pabrikan besar dan mereka membuat pilihannya sendiri."

    Vinales juga menilai hal itulah yang membuat dirinya kalah jauh dari dua pembalap tim satelit Yamaha, Fabio Quartararo dan Franco Morbidelli. Menurut dia, kedua pembalap tim Yamaha Petronas MotoGP tersebut menggunakan motor M1 2019 yang musim lalu dia gunakan.

    "Semuanya berbeda (motornya dengan motor Morbidelli dan Quartararo), sasisnya, mesinnya, itu adalah dua motor yang sangat berbeda," kata Vinales.

    "Saya tak ingin terlalu fokus pada motor Morbidelli. Saya harus fokus pada motor saya sendiri bagaimana untuk meningkatkan performanya karena kami seperti sedang bermimpi buruk. Tahun lalu, Yamaha sangat kompetitif di semua sirkuit, sekarang hanya di beberapa sirkuit."

    Soal peluangnya untuk merebut gelar juara dunia MotoGP tahun ini, Vinales pun tampak telah menyerah. Dengan dua balapan tersisa, dia menyatakan bahwa Yamaha harus memanfaatkannya untuk memperbaiki performa di musim depan.

    "Hal terpenting sekarang adalah untuk mencoba memperbaiki dan mengejar ketertinggalan untuk tahun 2021 dan mencoba menjadi kompetitif. Seperti yang saya katakan, kami tak memiliki cengkraman ban belakang, motor pun menjadi sulit dikendarai. Tetapi, kami akan mencoba menemukan solusinya."

    Maverick Vinales musim ini sebenarnya tak tampil terlalu buruk. Dia saat ini berada di posisi keempat klasemen pembalap dengan raihan 121 angka.

    Meskipun demikian, peluang Maverick Vinales meraih gelar juara dunia MotoGP memang terbilang kecil. Pasalnya, dengan dua balapan tersisa, dia tertinggal 41 angka dari pimpinan klasemen, Joan Mir.

    GP ONE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?