Viral di TikTok, Kesulitan Pemain Bola Voli Super-Jangkung Kala Hidup di Jepang

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dmitry Muserskiy (kedua dari kanan). (instagram/@dmitriy_muserskiy)

    Dmitry Muserskiy (kedua dari kanan). (instagram/@dmitriy_muserskiy)

    TEMPO.CO, Jakarta - Menjadi atlet bola voli dengan tinggi badan 2,18 meter sudah pasti sangat menguntungkan. Tapi dengan tinggi badan setinggi itu masalah bisa datang dalam kehidupan sehari-hari.

    Hal itu dirasakan oleh atlet Rusia, Dmitriy Muserskiy. Pemain voli berusia 32 itu menjadi andalan klub Jepang, Suntory Sunbride, yang diperkuatnya sejak 2018. Smash dan bloknya kerap membuat lawan mati kutu.

    Namun, dalam kehidupan sehari-hari di Jepang, tinggi badan itu tak jarang membuat Muserskiy kesulitan. Ia kerap dihadapkan pada masalah terkait dengan kesulitan memakai fasilitas umum yang ada di Matahari Terbit itu, yang masyarakatnya dikenal memiliki badan rendah.

    ADVERTISEMENT

    Ketika naik bus, misalnya, mantan pemain Belogorie Belgorod itu nyaris tak mendapat ruang untuk kakinya. Ketika tinggal di hotel, kepalanya nyaris menyundul langit-langit.

    Kondisi tersebut dibagikan Muserskiy lewat akun TikTok-nya. Unggahannya menjadi viral dan sudah diputar oleh lebih dari 13 juta orang. 

    @dmitriy_muserskiy

    218 cm (7’2) in Japan ##height ##tall ##heightproblems ##tallguy

    original sound - Muserskiy

    Muserskiy, yang memiliki nama lengkap Dmitry Aleksandrovich Muserskiy, merupakan atlet voli Rusia berdarah Ukraina. Ia merupakan anggota tim voli nasional putra Rusia. Ia menjadi bagian dari tim yang menjuarai Olimpiade 2012, meraih medali emas Kejuaraan Eropa 2013, dan emas Piala Dunia 2011. Ia dikenal sebagai salah satu atlet tertinggi di dunia.

    THE SUN


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Medali Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020, Ada Greysia / Apriyani

    Indonesia berhasil menyabet 5 medali di Olimpiade Tokyo 2020. Greysia / Apriyani merebut medali emas pertama, sekaligus terakhir, untuk Merah Putih.