MotoGP: Valentino Rossi Kritik Yamaha, Perlu Program Pengujian Lebih Serius

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap MotoGP, Valentino Rossi saat tampil di Sirkuit Bugatti, Le Mans, Prancis, 10 Oktober 2020. Kini, Rossi memerlukan hasil negatif untuk tes PCR keduanya pada hari ini. Jika negatif, ia bisa bergabung dengan tim Monster Energy Yamaha MotoGP dan ambil bagian dalam MotoGP Eropa.

    Pembalap MotoGP, Valentino Rossi saat tampil di Sirkuit Bugatti, Le Mans, Prancis, 10 Oktober 2020. Kini, Rossi memerlukan hasil negatif untuk tes PCR keduanya pada hari ini. Jika negatif, ia bisa bergabung dengan tim Monster Energy Yamaha MotoGP dan ambil bagian dalam MotoGP Eropa. "Jika tes Rossi positif besok, maka pembalap pengganti Garrett Gerloff akan menggantikannya," demikian pernyataan resmi tim Yamaha, dikutip dari Crash, Jumat 6 November 2020. REUTERS/Stephane Mahe

    TEMPO.CO, JakartaValentino Rossi menyatakan bahwa Yamaha memerlukan program pengujian yang lebih serius untuk menghadapi MotoGP 2021. Menurut dia, program pengujian itu penting untuk memperbaiki seluruh masalah yang terjadi sepanjang musim 2020.  "Pertama-tama kami harus melihat bahwa ada masalah mendasar," kata Rossi dikutip dari Motorsport, Rabu, 18 November 2020.

    Di antara empat pembalap Yamaha, hanya pembalap Petronas Yamaha SRT Franco Morbidelli yang menggunakan A-spec Petronas SRT M1 2019. Pembalap Italia itu saat ini menjadi pembalap paling konsisten Yamaha setelah menempati posisi dua klasemen MotoGP 2020 seusai kemenangan di MotoGP Valencia.

    Masalah konsistensi telah menjadi masalah utama Yamaha musim ini. Fabio Quartararo, di samping tiga kemenangan seri, ia hanya berhasil sekali finis di lima besar. Maverick Vinales, di luar kemenangan di MotoGP Misano, ia hanya berhasil naik podium dua kali di Sirkuit Jerez.

    Rossi, yang hanya meraih satu podium, percaya salah satu masalah terbesar Yamaha dalam memahami motor 2020 adalah tidak adanya tes berbasis di Eropa. "Hingga 2020, semua tim lain memiliki tim penguji yang sangat aktif yang berlari di Eropa dan dengan pembalap Eropa seperti Michele Pirro, Dani Pedrosa, dan Stefan Bradl."

    "Yamaha, di sisi lain, tidak memiliki tim. Hanya ada satu tim yang mencoba di Jepang dengan pembalap tes Jepang. Tapi masalah terbesarnya bahkan bukan itu, dia berlari di trek yang tidak ada hubungannya dengan trek Eropa," ujar juara dunia sembilan kali MotoGP tersebut.

    Yamaha memang membentuk tim penguji Eropa dengan mantan pebalap Tech3 Jonas Folger tahun lalu, tetapi Yamaha membatalkannya. Ketika Covid-19 melanda, rencana uji Yamaha dengan Jorge Lorenzo benar-benar hancur. Pembalap Spanyol itu hanya mengendarai M1 2019 empat kali tahun ini. Terakhir, ia mencoba di Portugal dan mencatatkan waktu empat detik lebih lambat.

    Lorenzo dipecat pada tahun 2021, dengan pembalap LCR Honda yang keluar, Cal Crutchlow mengambil peran sebagai pembalap tes Yamaha. Rossi mengakui pilihan pertamanya adalah Andrea Dovizioso, pembalap Italia itu memilih cuti di MotoGP 2021. "Yamaha perlu memiliki tim penguji yang serius di Eropa tahun depan," kata Rossi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?