MotoGP, Valentino Rossi ke Marc Marquez: Tidak Baik Terlalu Lama Berada di Rumah

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Valentino Rossi. (instagram/@valeyellow46)

    Valentino Rossi. (instagram/@valeyellow46)

    TEMPO.CO, JakartaValentino Rossi akan menghadapi balapan di seri terakhir MotoGP Portugal, akhir pekan ini. Ia pun ingin memberikan hasil terbaik untuk tim pabrikan Yamaha di penutup musim 2020. “Saya berharap 2021 adalah musim yang lebih normal, karena tahun ini Covid-19 memiliki pengaruh besar di grid," ujar Rossi dikutip dari Motosan, Rabu, 18 November 2020.

    Ketiadaan Marc Marquez, juara bertahan MotoGP, juga tak luput menjadi sorotan Rossi musim ini. Selain ketidakkonsistenan para pembalap, menurut dia, ketiadaan Marc membuat peta persaingan pembalap MotoGP musim ini menjadi begitu dinamis. Namun, ia mengakui tidak mudah bagi Marc untuk bisa pulih dengan cepat karena cedera patah tulang yang dialami di seri perdana.

    “Sayangnya, ini adalah hal-hal yang tidak bisa dijadikan lelucon. Saya sudah mengalami cedera serius dan berusaha kembali begitu cepat, tetapi itu adalah masalah besar dan itu membayar mahal. Pasti tidak baik tinggal di rumah terlalu lama. Ketika Anda mengalami cedera serius, Anda harus mengambil waktu yang paling tepat untuk pemulihan," kata dia tentang keadaan Marc Marquez musim ini.

    Baca juga : MotoGP, Joan Mir: Saya Terinspirasi Valentino Rossi, Berbeda dari Marc Marquez

    Terlepas dari semua masalah yang muncul sepanjang tahun, Rossi tetap optimis dan mampu menarik poin-poin positif dari musim MotoGP 2020. “Saya harus melihat apakah saya berhasil mengubah sesuatu dalam tim agar bisa lebih kompetitif. Saya bisa memiliki akhir pekan yang lebih baik di mana saya benar-benar pergi dengan cepat. Sayangnya saya jatuh di Misano, saya tidak beruntung," ujar dia.

    Juara dunia MotoGP sembilan kali berusia 41 tahun itu meneruskan, "Saya merusak balapan di Barcelona di mana saya sebenarnya bisa naik podium. Kemudian datanglah virus korona. Saya bisa melakukan lebih baik dan tidak sejauh itu di kejuaraan."

    MotoGP 2020 adalah masalah besar bagi Yamaha. Masalah mulai muncul dengan mesin dan beberapa kerusakan komponen di motor yang membuat sejumlah pembalap gagal finis. Bahkan, Maverick Viñales dikenai sanksi karena membuka mesin keenam musim ini. Rossi sendiri harus menghadapi situasi yang lebih berat: Covid-19.

    "Kami memiliki satu balapan untuk menyelesaikan musim ini, satu tahun untuk benar-benar terlupakan bagi kami," ujar dia. Kini, Rossi dalam ambisi untuk mendapatkan podium terakhirnya di MotoGP 2020 sebelum ia pindah ke tim satelit Petronas Yamaha SRT di MotoGP 2021.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.