Akhiri MotoGP 2020 dengan Ducati, Ini Alasan Andrea Dovizioso Begitu Bahagia

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, JakartaAndrea Dovizioso mengakui lebih bahagia daripada beberapa orang di Ducati dengan capaian tim asal Italia di MotoGP sejak 2013. Dalam kurun waktu tujuh tahun, ia berhasil menang grand pric 15 kali dan mampu finis sebagai runner up kejuaraan tiga kali secara berurutan pada 2017-2019. Ia harus berpisah bersama Ducati dan MotoGP Portugal adalah balapan terakhirnya bersama Ducati.

    Hubungan antara Ducati dan Dovizioso telah memburuk pada tahun 2020. Ketiadaan tim membuat Dovi akan mengambil cuti pada tahun 2021. Meski begitu, ia enggan mengatakan penyebab memburuknya hubungan dengan Ducati. “Semuanya sangat- sangat positif,” kata dia tentang hubungan dengan Ducati selama delapan tahun, dikutip dari Motorsport, Ahad, 22 November 2020.

    Baca juga : Klasemen Akhir Pembalap dan Konstruktor MotoGP 2020

    Pembalap asal Italia itu meneruskan, “Saya pikir betapa Anda bisa sangat bahagia dengan melihat dari mana Anda memulai dan semua orang melupakan itu, dan sulit untuk mengingat delapan tahun lalu, terutama bagaimana situasinya tujuh tahun lalu. Tapi saya ingat dengan sangat baik sehingga saya sangat senang tentang itu."

    “Yang pasti kami tidak bisa memenangkan gelar dan itu adalah situasi yang sempurna, tapi saya lebih bahagia daripada beberapa orang di Ducati. Itu adalah sesuatu yang membuat saya sangat kecewa karena kami tidak merayakan dan tidak menjalani tiga tahun dengan cara biasa. Itu adalah sesuatu yang tidak saya sukai. Setiap situasi dapat memengaruhi keputusan dan alasan mengapa kita berada dalam situasi ini."

    Baca juga : MotoGP 2020: Kata Miguel Oliveira Usai Wujudkan Mimpi Juara di Kandang Sendiri

    Dovizioso finis di urutan keenam di MotoGP Portugal, Ahad. Ia pun mengamankan posisinya di urutan keempat dalam kejuaraan MotoGP 2020. Meski menargetkan menjadi juara musim ini, ia mengaku lega dengan hasil balapan dan membawa Ducati menjadi juara di klasemen konstruktor. "Pada akhirnya dengan perasaan yang saya miliki di musim ini, untuk finis keempat adalah pendekatan saya dan mentalitas saya bekerja," ujarnya.

    Pembalap Ducati tersebut meneruskan, “Saya kecewa karena gagal merebut juara. Saya akan merindukan banyak hal karena saya memiliki hubungan yang sangat baik dengan beberapa orang di dalam Ducati dan kru saya. Di sisi lain, saya juga tidak terlalu saya sukai dalam situasi ini. Saya merasa baik-baik saja, tetapi saya tidak ingin melanjutkannya dengan kondisi ini."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah KLB Partai Demokrat, Apa Kata AD/ART?

    Sejumlah kader ngotot melaksanakan KLB Partai Demokrat. Kubu AHY mengatakan bahwa pelaksanaan itu ilegal. Pasal-pasal AD/ART Partai dapat menjelaskan.