Jasad Diego Maradona Diotopsi, Curiga Dibunuh?

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyerang Argentina Diego Maradona, dijegal pemain Yunani dalam pertandingan babak grup Piala Dunia 1994 di staduib Foxboro, Boston, 21 Juni 1994. Pencipta gol

    Penyerang Argentina Diego Maradona, dijegal pemain Yunani dalam pertandingan babak grup Piala Dunia 1994 di staduib Foxboro, Boston, 21 Juni 1994. Pencipta gol "tangan Tuhan" ini memutuskan gantung sepatu pada 1997 bersama Boca Juniors. Action Images/Tony Henshaw/File Photo

    TEMPO.CO, Jakarta - Jasad Diego Maradona disebut telah menjalani proses otopsi di Rumah Sakit San Fernando, Buenos Aires, Argentina, pada Rabu malam 25 November 2020. Otopsi tersebut dilakukan oleh tim dokter rumah sakit plus tim dokter kepolisian yang juga diawasi oleh dokter pribadi Maradona.

    Media-media Argentina menyebutkan otopsi itu dilakukan setidaknya oleh enam dokter forensik. Otopsi dimulai pukul 19.30 waktu setempat dan berlangsung hingga 22.30.

    Tindakan otopsi tersebut merupakan prosedur normal yang dilakukan di sana jika ada kematina. Hal itu dilakukan untuk menentukan penyebab pasti kematian Maradona. Dalam proses itu, juga akan dilakukan analisis toksikologi yang akan menentukan apakah sang legenda mengkonsumsi alkohol dan obat-obatan terlarang atau tidak.

    Otopsi juga dilakukan untuk menentukan apakah kematian Maradona disebabkan oleh malpraktek dari operasi di bagian kepala yang dijalani Maradona pada awal bulan ini. Maradona memang sempat menjalani operasi setelah ditemukan adanya pembekuan darah di bagian otaknya.

    Berdasarkan hasil otopsi awal, Maradona disebut meninggal dunia karena serangan jantung. Menurut laporan itu, Maradona mengalami masalah jantung yang membuat terjadinya penumpukan cairan di paru-paru atau biasa disebut Edema Paru.

    Dengan begitu, untuk sementara waktu kematian Diego Maradona dikategorikan sebagai kematian normal.

    Sebelumnya Jaksa John Broyard juga menyatakan bahwa polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara di kediaman Maradona di kawasan Tigre, Buenos Aires pada Rabu sore 25 November 2020. Hasilnya, tak ditemukan ada jejak tindakan kriminal di sana.

    Maradona dikabarkan memang sempat terlihat pucat saat menyantap sarapan pada Rabu pagi itu. Kepada keponakannya, Jhonny Esposito, Maradona sempat merasakan tak enak badan dan hendak kembali beristirahat.

    Siang harinya perawat yang menangani Maradona tak dapat membangunkannya. Meskipun telah memanggil dokter dan melakukan sejumlah pertolongan pertama, nyawa pahlawan Timnas Argentina di Piala Dunia 1986 itu tetap tak tertolong.

    Diego Maradona memang disebut terus menjalani masalah kesehatan dalam 20 tahun terakhir. Masalah kesehatan itu disebut terjadi karena kebiasaan Maradona mengkonsumsi narkoba dan minuman beralkohol pasca gantung sepatu pada 1997.
    Sepanjang karirnya, Maradona sempat melanglang buana di Eropa dengan bermain untuk Barcelona, Napoli dan Sevilla sebelum akhirnya gantung sepatu di klub kesayangannya, Boca Juniors.

    THE SUN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?