MMA: Priscilla Hertati Berharap Panggilan ONE Atomweight Grand Prix

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petarung ONE Championship asal Indonesia Priscilla Hertati Lumban Gaol melakukan selebrasi usai mengalahkan Petarung asal Kamboja Nou Srey Pov pada ONE Championship kelas Atom (Atomweight) di Istora Senayan, Jakarta, Jumat 3 Mei 2019. Pada pertarungan tersebut Priscilla Hertati berhasil menang dengan angka mutlak atas lawannya Nou Srey Pov. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

    Petarung ONE Championship asal Indonesia Priscilla Hertati Lumban Gaol melakukan selebrasi usai mengalahkan Petarung asal Kamboja Nou Srey Pov pada ONE Championship kelas Atom (Atomweight) di Istora Senayan, Jakarta, Jumat 3 Mei 2019. Pada pertarungan tersebut Priscilla Hertati berhasil menang dengan angka mutlak atas lawannya Nou Srey Pov. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, JakartaPetarung bela diri campuran (MMA) wanita asal Indonesia, Priscilla Hertati Lumban Gaol, terus berlatih keras dan menunggu panggilan untuk bertarung di ONE Atomweight Grand Prix yang rencananya digelar akhir tahun ini.

    “Merupakan kehormatan bagi saya untuk berkompetisi dengan seniman bela diri terbaik di dunia pada ajang Atomweight Grand Prix. Ini akan menjadi pengalaman yang baik bagi saya dan saya pasti akan mencoba memberikan yang terbaik,” kata Priscilla dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat.

    “Untuk itu, saya harus berusaha mempersiapkan diri dengan baik, berlatih lebih intens, terus memperbaiki kelemahan saya dan mempertajam teknik saya. Saya memiliki banyak hal untuk dikerjakan, terutama keterampilan permainan bawah saya.” kata petarung yang akrab dipanggil Thathie itu.

    Veteran ONE Championship berusia 32 tahun ini berharap untuk mendapatkan tempat di ajang bergengsi ONE Atomweight Grand Prix yang diumumkan sebulan yang lalu, meskipun detail mengenai turnamen bergengsi itu belum dikonfirmasi, termasuk atlet yang berpartisipasi.

    Pemenang dari Atomweight Grand Prix diharapkan untuk menjadi penantang berikutnya Juara Dunia ONE Women's Atomweight "Unstoppable" Angela Lee dari Singapura, yang sedang menantikan anak pertamanya dengan suaminya Bruno Pucci pada pertengahan 2021.

    Seluruh petarung teratas kelas atom diharapkan untuk mengikuti turnamen ini, termasuk atlet seperti Denice Zamboanga dari Filipina, Meng Bo dari China, Mei Yamaguchi dari Jepang, dan Stamp Fairtex dari Thailand.

    Atlet yang berjejer di luar peringkat lima besar yang juga sangat diinginkan untuk berpartisipasi diantaranya Gina Iniong, Ritu Phogat, Jomary Torres, dan Priscilla Hertati Lumban Gaol sendiri.

    Laga Phogat dan Torres akan berlaga di ONE: BIG BANG yang akan disiarkan langsung dari Singapore Indoor Stadium di Singapura, Jumat (4 Desember). Priscilla yakin ada banyak hal yang diharapkan dalam pertarungan ini, dengan Phogat dan Torres yang bersaing untuk mengokohkan posisi mereka.

    “Pertarungan ini akan sangat menarik, mengingat keduanya memiliki ground skill yang bagus. Saya pikir Ritu bagus, mengingat selama pandemi dia lebih sering bertarung, dan kemenangan mudah telah meningkatkan kepercayaan dirinya. Meski, keduanya cukup bagus. Ini tetap akan menjadi pertandingan yang menarik karena keduanya memiliki kemampuan yang hebat,” kata Priscilla.

    Meski Priscilla mengalahkan Torres pada 2018, dan memiliki pengalaman langsung menghadapi atlet Filipina yang berapi-api, petarung Indonesia itu yakin ground skill Phogat akan terlalu sulit untuk diatasi. Priscilla tidak segan-segan memilih pemenang, dan merasa bintang India yang sedang naik daun itu sudah cukup mampu untuk mengatasi tantangan berikutnya.

    ONE: BIG BANG merupakan acara langsung MMA persembahan pertama dari ONE Championship di bulan Desember. Acara utama menampilkan pertarungan antara Juara Dunia ONE Light Heavyweight Kickboxing Roman Kryklia dari Ukraina melawan Murat “The Butcher” Aygun dari Belanda.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.