Tenis Dunia: Dominic Thiem Incar Medali Emas Olimpiade Tokyo 2021

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petenis Austria, Dominic Thiem mengembalikan bola ke petenis Spanyol, Rafael Nadal dalam ATP Finals di O2, London, Inggris, 17 November 2020. REUTERS/Toby Melville

    Petenis Austria, Dominic Thiem mengembalikan bola ke petenis Spanyol, Rafael Nadal dalam ATP Finals di O2, London, Inggris, 17 November 2020. REUTERS/Toby Melville

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah menjuarai tenis US Open 2020 dan bergabung dengan klub para juara Grand Slam, petenis Austria, Dominic Thiem, kini mengincar podium Olimpiade Tokyo 2021. Petenis berusia 27 tahun itu kalah dalam tiga final Grand Slam terdahulu sebelum akhirnya berhasil menyabet US Open pada September 2020 di Flushing Meadows.

    Meski belum ada konfirmasi mengenai kalender pertandingan tenis tahun depan, Thiem sudah menyusun rencana matang untuk Olimpiade Tokyo. Terlebih, dia melewatkan Olimpiade Rio de Janeiro pada 2016.

    "Saya akan berpartisipasi dalam Olimpiade Musim Panas di Tokyo 2021 mendatang. Saya sudah lama memikirkannya dan Olimpiade Tokyo itu akan masuk dalam jadwal saya tahun depan," kata Thiem seperti dikutip Reuters, Jumat, 27 November 2020.

    Thiem dilatih oleh Nicolas Massu asal Chile yang dulu pernah memenangkan dua medali emas nomor tunggal dan ganda pada Olimpiade Athena 2004. "Saya siap bersaing dan berebut medali. Pelatih saya, Nicolas Massu pernah memboyong dua medali emas pada Olimpiade Athena 2004. Kata dia, rasanya sungguh luar biasa," kata Thiem.

    Dominic Thiem meneruskan, "Saya ingin sekali merasakan emosi yang waktu itu dirasakan oleh pelatih saya. Bagi atlet, atmosfer di Olimpiade pasti unik dan saya ingin merasakan semuanya," pungkas petenis berperigkat tiga dunia itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.