Papa Bouba Diop, Pahlawan Senegal di Piala Dunia 2002, Wafat di Usia 42 Tahun

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Papa Bouba Diop (kanan) saat merayakan golnya untuk tim nasional Senegal ke gawang Prancis yang merupakan gol perdana putaran final Piala Dunia 2002 di Stadion Piala Dunia Seoul, Korea Selatan, pada 31 Mei 2002. (ANTARA/AFP/Kim Jae-Hwan)

    Papa Bouba Diop (kanan) saat merayakan golnya untuk tim nasional Senegal ke gawang Prancis yang merupakan gol perdana putaran final Piala Dunia 2002 di Stadion Piala Dunia Seoul, Korea Selatan, pada 31 Mei 2002. (ANTARA/AFP/Kim Jae-Hwan)

    TEMPO.CO, JakartaMantan gelandang ikonik timnas Senegal, Papa Bouba Diop, meninggal dalam usia 42 tahun. Kabar kematian Diop disambut ucapan belasungkawa oleh FIFA melalui salah satu akun Twitter resmi mereka, @FIFAWorldCup.

    "FIFA berbelasungkawa mendengar kabar meninggalnya legenda Senegal Papa Bouba Diop. Selamanya pahlawan Piala Dunia," demikian pernyataan FIFA pada Minggu, 29 November 2020.
     

    Belum ada keterangan resmi mengenai penyebab kematian Bouba Diop, tetapi berbagai media melaporkan bahwa mantan pemain Fulham dan RC Lens itu sudah lama sakit-sakitan.

    Papa Bouba Diop tercatat dalam sejarah sebagai pencetak gol perdana putaran final Piala Dunia 2002 di Korea Selatan dan Jepang. Saat itu, ia mengantarkan Senegal menjungkalkan juara bertahan Prancis 1-0.

    Bouba Diop juga mencetak dua gol lagi dalam laga pemungkas yang berkedudukan akhir 3-3 melawan Uruguay membantu Senegal menjuarai Grup A kala itu. Ia berhasil membawa Senegal melaju hingga babak perempat final sebelum disingkirkan Turki lewat babak tambahan waktu.

    Kendati berposisi utama sebagai gelandang bertahan, Bouba Diop dalam kariernya juga kerap ditempatkan memainkan peran bek tengah. Mengawali karier di negerinya sendiri membela ASC Diaraf, Diop hijrah ke Eropa dari Swiss pada 1999 dan menghabiskan hampir tiga tahun di Vevey, Neuchatel Xamax dan Grasshoppers sebelum diboyong RC Lens ke Prancis pada Januari 2002.

    Lantas pada 2004 Diop dibeli Fulham dari Lens dan empat musim membela klub London itu. Bahkan, ia sempat dinominasikan sebagai pemain terbaik tahunan internal klub pada musim 2005/06.

    Diop kemudian membela Portsmouth, hijrah ke Yunani untuk AEK Athens, kembali ke West Ham United dan gantung sepatu setelah musim 2012/13 mengenakan seragam Birmingham City sebagai klub terakhir karier profesional di Liga Inggris.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapolri Keluarkan 11 Langkah dalam Pedoman Penerapan UU ITE

    Kepala Kepolisian RI Jenderal atau Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan pertimbangan atas perkembangan situasi nasional terkait penerapan UU ITE.