Kata Dokter Pribadi Maradona Usai Rumah dan Kantor Digeledah dan Diperiksa

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Legenda sepak bola Argentina, Diego Maradona, meninggal karena serangan jantung pada Rabu, 25 November 2020. Maradona baru-baru ini berjuang melawan masalah kesehatan dan menjalani operasi darurat untuk hematoma subdural beberapa minggu lalu. REUTERS/Sergio Perez

    Legenda sepak bola Argentina, Diego Maradona, meninggal karena serangan jantung pada Rabu, 25 November 2020. Maradona baru-baru ini berjuang melawan masalah kesehatan dan menjalani operasi darurat untuk hematoma subdural beberapa minggu lalu. REUTERS/Sergio Perez

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi menggeledah rumah dan kantor dokter pribadi Diego Maradona, Leopoldo Luque, di tengah laporan dugaan pembunuhan terhadap legenda sepak bola Argentina tersebut. Pada Ahad kemarin, polisi menggeledah rumahnya selama 40 menit.

    "Kamu ingin tahu untuk apa saya bertanggung jawab? Karena saya telah mencintainya, telah merawatnya, telah memperpanjang hidupnya, karena telah menemaninya sampai akhir," kata dia, dikutip dari The Sun, Selasa, 1 Desember 2020.

    Seusai penggeledahan tersebut, Leopoldo mengatakan bahwa Maradona sedang berjuang melawan masalah kecanduan. Ia mengatakan laki-laki 60 tahun itu memiliki masalah dengan obat dan minuman keras. "Dia menghukum dirinya sendiri dengan cara yang tidak akan saya izinkan, bukan hanya sebagai dokter tetapi juga sebagai teman," kata dia.

    Leopaldo Luque mengatakan Maradona terlihat sangat sedih di hari-hari menjelang kematiannya. Menurut dia, seharusnya Maradona pergi ke rehabilitasi setelah operasi kepala sebelah kanannya. "Dia seharusnya pergi ke pusat rehabilitasi. Dia tidak mau," kata dia menggambarkan Maradona sebagai sosok yang tidak bisa diatur.

    ADVERTISEMENT

    Baca juga : Dokter Pribadi Maradona Diselidiki Polisi Atas Dugaan 'Pembunuhan Tak Disengaja'

    Ia meneruskan, "Saya orang yang telah merawatnya. Saya bangga dengan semua yang telah saya lakukan. Saya tidak menyembunyikan apa pun. Saya siap membantu untuk mencari keadilan."

    Adapun pengacara Maradona, Matias Morla, menyuarakan dukungannya untuk Luque pada hari Senin, 30 November 2020. "Saya memahami pekerjaan jaksa tetapi hanya saya yang tahu apa yang Anda (Luque) lakukan untuk kesehatan Diego, bagaimana Anda merawatnya, menemaninya dan bagaimana Anda mencintainya."

    "Diego mencintaimu dan sebagai temannya aku tidak akan meninggalkanmu sendirian. Kamu meninggalkan darah, keringat dan air mata dan kebenaran selalu menang," kata Matias.

    Maradona adalah pesepakbola yang memimpin timnas Argentina ke putaran final Piala Dunia berturut-turut pada 1986 dan 1990. Dalam karirnya yang gemerlap yang ditandai dengan kontroversi termasuk kecanduan narkoba dan keterlibatan dengan mafia Italia. Dia juga dikeluarkan dari Piala Dunia 1994 karena mengonsumsi doping.

    Maradona bermain untuk Argentinos Juniors, Boca Juniors, Barcelona, Napoli, Sevilla dan Newell's Old Boys selama karirnya. Dia mencetak 34 gol dalam 91 penampilan untuk Argentina sebelum dia pensiun dari sepak bola profesional pada 1997.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selain Makan di Warteg, Ini Sejumlah Kegiatan Asyik yang Bisa Dilakukan 20 Menit

    Ternyata ada banyak kegiatan positif selain makan di warteg yang bisa dilakukan dalam waktu 20 menit. Simak sejumlah kegiatan berikut...