Terlibat Pengaturan Skor, Petenis Spanyol Kena Sanksi 8 Tahun

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tenis. REUTERS/Gonzalo Fuentes

    Ilustrasi tenis. REUTERS/Gonzalo Fuentes

    TEMPO.CO, JakartaPetenis Spanyol Enrique Lopez Perez dijatuhi hukuman larangan bermain selama delapan tahun oleh lembaga antikorupsi Tenis, Tennis Integrity Unit (TIU), pada Selasa, karena terbukti terlibat pengaturan skor dalam tiga periode berbeda medio 2017.

    Selain itu, Perez juga diwajibkan membayar denda sebesar 25 ribu dolar AS (sekira Rp 354,3 juta) atas pelanggaran pengaturan skor tersebut.

    "Kasus disipliner ini sudah ditinjau oleh petugas antikorupsi Richard McLaren pada 5 November 2020," demikian pernyataan TIU yang dikutip dari Reuters, Selasa.

    "McLaren menyatakan Enrique Lopez Perez telah melanggar Program Antikorupsi Tenis sebanyak tiga kali dalam beberapa turnamen pada 2018, tetapi dua tuduhan lainnya tidak terbukti," tulis pernyataan yang sama.

    Capaian terbaik Perez di peringkat tunggal putra dunia adalah peringkat ke-154 pada 2018 dan ke-135 di peringkat ganda putra.

    Perez, 29 tahun, sebelumnya sudah dijatuhi sanksi larangan bermain tenis sejak Desember 2019 dan hukuman itu akan bertambah panjang menjadi delapan tahun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.