MotoGP: Maverick Vinales Bicara Tentang Yamaha, Rossi, Hingga Marc Marquez

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap Monster Energy Yamaha, Maverick Vinales berselebrasi dengan trofinya di atas podium usai memenangi balapan MotoGP Emilia Romagna di Sirkuit Dunia Misano Marco Simoncelli, Misano, Italia, Ahad, 20 September 2020. Vinales menjadi yang terdepan dalam balapan ini. REUTERS/Jennifer Lorenzini

    Pembalap Monster Energy Yamaha, Maverick Vinales berselebrasi dengan trofinya di atas podium usai memenangi balapan MotoGP Emilia Romagna di Sirkuit Dunia Misano Marco Simoncelli, Misano, Italia, Ahad, 20 September 2020. Vinales menjadi yang terdepan dalam balapan ini. REUTERS/Jennifer Lorenzini

    TEMPO.CO, Jakarta - Pembalap Monster Energy Yamaha MotoGP Maverick Vinales memberikan ulasan singkat tentang musim 2020. Buat dia, MotoGP 2020 adalah musim yang tidak terlalu baik dengan adanya berbagai masalah yang mendera Yamaha. "Anda harus melawan masalah spesifik yang terjadi dan itu belum memberi Anda hasil terbaik," kata dia dikutip dari Motosan, Selasa, 1 Desember 2020.

    Awalnya, Maverick Viñales memiliki peluang besar untuk merebut gelar kelas utama yang telah lama ditunggu setelah sempat berada di posisi ketiga klasemen MotoGP. Namun, Yamaha menimbun masalah dari mesin hingga ban yang menutup peluang para pembalapnya mendapatkan hasil terbaik.

    Bagi Vinales, keseimbangan Yamaha M1 adalah masalah utama. “Saya memulai dengan baik dan balapan pertama musim ini bagus. Saya naik podium, tapi kemudian itu adalah bencana, jadi sulit untuk mengatakan musim ini berjalan dengan baik. Saya mengatakan ini adalah musim normal," kata dia.

    Baca juga : Repsol Honda Sebut Pemulihan Marc Marquez Lambat, Absen di Awal MotoGP 2021?

    Ia meneruskan, "Masalah utamanya adalah grip di bagian belakang. Anda biasanya bisa bermain bagus di kualifikasi saat ada grip, tapi saat Anda balapan dengan tangki penuh di trek licin, kami harus bertarung. Kami harus mencoba meningkatkan cengkeraman di bagian belakang."

    Di Yamaha, Franco Morbidelli adalah pembalap terbaik dengan menempati posisi runner up di klasemen MotoGP akhir. Ia bisa tampil brilian meski tidak menjadi salah satu favorit sejak awal musim dan menggunakan Yamaha M1 2019, spek lebih rendah dibandingkan pembalap Yamaha lainnya.

    Menurut Vinales, Yamaha tidak membuat kemajuan apa pun dibandingkan tim pabrikan lain seperti KTM dan Suzuki. "Memang benar M1 Morbidelli terkadang lebih baik dari yang baru, tapi terkadang juga lebih buruk. Kami harus memahami apakah kami bisa bersaing atau tidak. Tapi, jelas, seperti yang juga dikatakan Valentino, masalahnya ada pada grip belakang."

    “Menurut saya, kami adalah orang-orang yang tidak mengambil langkah ke depan. Semua orang mengatakan bahwa Yamaha sempurna dengan ban Michelin, yang memberikan yang terbaik di setiap balapan. Setelah itu, kami tidak bisa mengikuti satu sama lain. Kami tidak membawa sesuatu yang baru dan kami belum meningkat," kata Vinales.

    Baca juga : Kata CEO Dorna Soal Posisi Sirkuit Mandalika Sebagai Cadangan untuk MotoGP 2021

    Di MotoGP 2021, Maverick Viñales akan tandem bersama Fabio Quartararo, yang menggantikan Valentino Rossi. “Saat ini saya tidak ingin memikirkan tentang apa yang menanti saya, saya akan memikirkannya ketika saya di Qatar. Saya berharap untuk memulai dengan baik dan berkembang selama musim ini."

    Vinales bersama Valentino Rossi selama empat musim. Kali ini, The Doctor akan bersama tim satelit Petronas Yamaha SRT bersama Franco Morbidelli. “Rossi akan selalu bertahan di Yamaha, hanya warna yang berubah. Dia tidak akan berada di tim pabrikan tetapi dia akan memiliki motor resminya, saya pikir tanpa Valentino, situasinya akan berbeda tahun depan."

    Bagi Vinales, persaingan MotoGP 2021 akan berbeda. Selain pindahnya Rossi, kekuatan baru pembalap Suzuki Joan Mir, yang menjadi juara MotoGP 2020, juga harus diperhitungkan. Selain itu, Marc Marquez juga akan kembali. "Dengan bakat yang dimiliki Marc Marquez, dia tidak akan memiliki masalah untuk kembali seperti sebelumnya," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.