Tinju Dunia: Mike Tyson vs Mayweather, Cerita Perseteruan Soal Petinju Terhebat

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mike Tyson dan Floyd Mayweather Jr dalam sebuah acara pada 2014. (givemespot)

    Mike Tyson dan Floyd Mayweather Jr dalam sebuah acara pada 2014. (givemespot)

    TEMPO.CO, JakartaMike Tyson, 54 tahun, mengomentari pandangan Floyd Mayweather Jr tentang banyaknya sabuk juara dalam olahraga tinju. Mayweather, 43 tahun, menyatakan sabuk tinju terlalu banyak sehingga menyulitkan dunia menentukan juara tinju dunia yang sejati.

    Tyson membantah pandangan Mayweather. Iron Mike percaya bahwa, dengan banyaknya sabuk juara yang ditawarkan, para petinju memiliki kesempatan yang lebih baik untuk menghasilkan uang dalam jumlah yang lebih besar.

    “Tinju tidak pernah kekuarangan sabuk juara karena setiap kali pertarungan, akan lebih banyak uang untuk petinju,” kata Tyson seperti yang dilaporkan oleh Essentially Sports, dikutip dari The Sun, Jumat, 4 Desember 2020.

    Mike Tyson menjelaskan, "Untuk mengatakan ada satu juara dan ada 10 orang petinju, berapa lama waktu yang dibutuhkan seorang juara untuk melawan 10 orang? Mereka harus melalui satu sama lain. Tentu akan senang memiliki tiga juara tinju karena setiap orang bisa mendapatkan bayaran, semua orang menghasilkan uang. Itu adalah urusan bisnis."

    Seperti yang diungkapkan SunSport, ini bukan pertama kalinya Mike Tyson dan Mayweather memiliki perbedaan pendapat. Hingga 2001, keduanya hadir sebagai teman dan hubungan yang terbentuk karena saling menghormati satu sama lain.

    Karier Mayweather melesat saat Mike Tyson mengalami penurunan performa. Sayangnya, kedua petinju tidak pernah bertemu di kelas berat. Namun, bromance mereka secara resmi berakhir ketika sebuah laporan mengklaim bahwa The Money Team berperan dalam penggerebekan polisi di rumah Tyson di Las Vegas. Saat itu, Tyson dituduh menculik dan melakukan pelecehan seksual terhadap seorang wanita.

    Mayweather diduga kesal dengan Tyson melihat gadis tersebut. Ia disebut menyuruhnya untuk pergi ke polisi dan membuat klaim yang tidak berdasar. Tyson bahkan pernah berbicara tentang insiden tersebut, tetapi dia tidak pernah bisa menemukan bukti keterlibatan Mayweather. "Aku baik-baik saja sekarang. Kamu bisa memaafkan, tapi kamu harus mengingatnya," kata Tyson.

    Pada tahun 2015, Mayweather membuat klaim bahwa dia adalah petinju terhebat dalam sejarah dengan rekor tak terkalahkan. Namun, Tyson tidak menyukainya dan menganggap itu hanya bualan. "Dia sangat delusi," Tyson menjelaskan.

    "Dengar, jika dia berada di masa seperti Muhammad Ali, dia harusnya bisa membawa anak-anaknya ke sekolah sendirian. Kebesaran tidak melindungi diri Anda dari orang-orang. Dia bahkan tidak bisa membawa anak-anaknya sendirian ke sekolah. Dia orang mudah ketakutan. Dia orang yang sangat kecil dan penakut," kata Tyson.

    Terlepas dari kontroversi Mayweather, Tyson yakin bisa mengalahkannya. "Saya akan menendang pantat Floyd," ujarnya. "Tapi, kami tidak pernah bisa bertarung karena perbedaan berat badan, tapi saya tidak akan melawannya seperti mereka melawannya," katanya.

    Setahun sebelumnya, pada 2014, Tyson dan Mayweather bertemu di konvensi WBC di Mirage Hotel and Casino di Las Vegas. Saat itu, penonton mengharapkan kembang api saat Mike berjalan di barisan peserta dan berjabat tangan dengan semua orang sampai dia berhadapan dengan Mayweather.

    Floyd Maywether Jr mengulurkan lengannya. Namun, alih-alih menerimanya, Tyson malah melemparkan hook kanan beberapa inci dari tubuh Mayweather sebelum memeluknya. Mayweather tidak bergeming dari ayunan tangan Tyson. Tidak ada yang mengkonfirmasi peristiwa itu apakah hanya lelucon atau menjadi simbol perselisihan keduanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?