Ketua IOC Minta Atlet Tinggal Lebih Singkat di Jepang Selama Olimpiade Tokyo

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wartawan mengambil gambar dan video untuk mengabadikan cincin Olimpiade raksasa dipasang kembali di daerah Odaiba Marine Park, di Tokyo, Jepang, 1 Desember 2020. (REUTERS/KIM KYUNG-HOON)

    Wartawan mengambil gambar dan video untuk mengabadikan cincin Olimpiade raksasa dipasang kembali di daerah Odaiba Marine Park, di Tokyo, Jepang, 1 Desember 2020. (REUTERS/KIM KYUNG-HOON)

    TEMPO.CO, JakartaPara atlet yang akan berkompetisi di Olimpiade Tokyo, tahun depan, akan memiliki masa tinggal yang lebih singkat di Jepang ketimbang biasanya karena ketatnya protokol kesehatan dalam mengantisipasi penyebaran COVID-19.

    Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach mendesak komite Olimpiade nasional negara-negara peserta untuk menyesuaikan rencana perjalanan para atlet dan staf pendukung sehingga mereka tidak tiba lebih awal atau tinggal lebih larut untuk meminimalkan resiko penularan.

    "Komite-komite Olimpiade Nasional harus menyesuaikan kebijakan kedatangan dan kepulangan untuk memastikan para atlet tiba lima hari sebelum start kompetisi dan pulang maksimal dua hari setelah selesainya kompetisi," kata Bach dalam jumpa pers virtual seperti dikutip Reuters, Senin.

    "Ini berlaku untuk setiap ofisial olahraga masing-masing, tidak hanya untuk atlet. Pengecualian akan dipertimbangkan tergantung dari kriteria olahraga tertentu," kata dia.

    Hal itu berarti para atlet yang berkompetisi di pekan kedua Olimpiade bakal melewatkan parade tim di upacara pembukaan Olimpiade. Sedangkan mereka yang tiba lebih awal akan melewatkan upacara penutupan.

    ICO mengatakan kontrol yang lebih ketat akan diberlakukan untuk mengatur siapa saja yang bisa tinggal di wisma atlet untuk melindungi para kompetitor.

    Pandemi COVID-19 awal tahun ini telah memaksa penundaan Olimpiade Tokyo 2020 dalam waktu satu tahun.

    Dengan lebih dari 10.000 atlet dari seluruh dunia yang bakal bertanding, ditakutkan kedatangan mereka akan menimbulkan lonjakan kasus COVID-19.

    Sementara itu, dalam pengumuman pada Jumat, penyelenggara mengatakan bahwa penundaan Olimpiade akan menyebabkan pembengkakan bujet sebesar 294 miliar yen, sekira 39,6 triliun rupiah yang akan ditanggung oleh komite Olimpiade Tokyo 2020, pemerintah Jepang dan Tokyo Metropolitan Government.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.