Dikirim Barito Putera ke Pesantren, Ini Kata Mochamad Yudha Febrian

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesepak bola timnas U-19 Indonesia Mochamad Yudha Febrian (kanan) berebut bola dengan dengan pesepak bola timnas U-19 Iran Mahdi Mohammad Ahmadi pada pertandingan persahabatan di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Sabtu, 7 September 2019. Gol Indonesia dibuat oleh Muhammad Fajar Fathur Rachman (47') dan Amiruddin Bagus (86'). ANTARA/Nova Wahyudi

    Pesepak bola timnas U-19 Indonesia Mochamad Yudha Febrian (kanan) berebut bola dengan dengan pesepak bola timnas U-19 Iran Mahdi Mohammad Ahmadi pada pertandingan persahabatan di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Sabtu, 7 September 2019. Gol Indonesia dibuat oleh Muhammad Fajar Fathur Rachman (47') dan Amiruddin Bagus (86'). ANTARA/Nova Wahyudi

    TEMPO.CO, JakartaPemain Barito Putera Mochamad Yudha Febrian mengaku telah menyesali sikap indisipliner yang membuat dia dicoret dari timnas U-19. Ia pun akan menerima keputusan klub mengirimnya ke pesantren di Jawa Barat.

    Sebelumnya, Yudha dan pemain asal Bhayangkara Solo FC Serdy Ephy Fano tertangkap kamera tengah berada di sebuah tempat hiburan malam. Kala itu, mereka berdua masih menjalani pemusatan latihan bersama Timnas U-19.

    Saat menjalani sesi latihan pagi, Yudha dan Serdy terlambat dan diketahui baru pulang ke hotel sekitar pukul 03.00 WIB. Pelatih Shin Tae-yong yang geram langsung mencoret keduanya dari daftar pemain yang mengikuti pemusatan latihan. "Saya sangat bersyukur Alhamdulillah atas kebaikan manajemen Barito Putera menyikapi masalah yang saya perbuat ini," ujar Yudha, Selasa, 8 Desember 2020.

    "Saya berjanji setelah program pembinaan ini saya tidak melakukan hal yang sama. Saya sangat menyesal karena kasus ini gara-gara kesalahan saya sendiri," kata dia menambahkan.

    Manajemen Barito berharap selama di pesantren, Mochamad Yudha Febrian bisa merenungi kesalahannya dan mengembalikan mental yang sempat terpuruk. Meski begitu, Yudha tetap akan dibekali latihan mandiri dengan mendatangkan khusus tim pelatih untuk mendampinginya.

    Yudha pun mengakui membawa beberapa perbekalan saat akan menjalani pembinaan mental dari sisi kerohanian itu. Selain perlengkapan ibadah, pemain bertahan Laskar Antasari itu juga membawa perlengkapan latihannya. “Manajemen dan tim pelatih membuatkan saya program latihan buat menjaga kondisi di sana. Nanti juga ada pelatih dari Barito Putera yang mendampingi saya selama berlatih di pesantren," kata dia.

    Sementara itu teman sekaligus kerabat Yudha, Ridwan Awaludin berharap Yudha bisa memetik pelajaran dari kesalahannya, sebab sangat disayangkan peluang tampil di Piala Asia U-19 dan Piala Dunia U-20 terbuang sia-sia. Ridwan yang sempat membela Persebaya dan kemudian memutuskan pensiun dini mengatakan bahwa pemain asal Bogor tersebut memiliki potensi besar untuk menembus skuad inti timnas U-19.

    Namun, kesalahan fatal karena berada di sebuah tempat hiburan dan telat menjalani latihan pagi harus dibayar mahal oleh pemain jebolan Garuda Select tersebut. "Aku ikut prihatin dengan kejadian ini sampai harus indisipliner. Dia mungkin ga bisa atur emosional hingga dia ke arah yang negatif."

    "Yang saya tahu sejak Yudha dipanggil timnas U-19 dan Garuda Select, dia selalu di tim inti jadi sangat disayangkan. Semoga dia bisa merenungi kesalahannya dan tak melakukan hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri di masa mendatang. Sayang, dia punya potensi besar," kata dia menambahkan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?