Sirkuit Mandalika, MotoGP, dan Ambisi Agar Indonesia Tak Hanya Jadi Penonton

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Proses pembangunan Sirkuit Mandalika. (instagram/@itdc_id)

    Proses pembangunan Sirkuit Mandalika. (instagram/@itdc_id)

    TEMPO.CO, Jakarta - Tahun depan, jika tidak ada aral melintang, Indonesia bakal jadi tuan rumah hajatan besar kejuaraan dunia MotoGP untuk pertama kalinya dalam dua dekade terakhir.

    Sirkuit Mandalika di Lombok, Nusa Tenggara Barat, terus dikebut pengerjaannya di tengah pandemi. Jalanan di kawasan ekonomi khusus itu akan disulap menjadi venue yang representatif untuk mendatangkan kembali MotoGP, yang telah absen selama 23 tahun dari Tanah Air.

    Trek sepanjang 4,32 km dengan 18 tikungan itu telah masuk ke dalam kalender provisional MotoGP 2021 meski masih sebagai sirkuit cadangan. Di tengah situasi krisis kesehatan global yang tidak menentu, kalender sementara itu masih berpeluang besar untuk berubah susunannya.

    Istilah venue atau tanggal cadangan mungkin menimbulkan pertanyaan di benak para fan MotoGP di Indonesia.

    Posisi itu umum bagi sirkuit yang masih dalam tahap konstruksi, seperti yang dijelaskan oleh CEO Dorna Carmelo Ezpeleta.

    Ezpeleta pada awal Desember mengatakan posisi Mandalika sebagai sirkuit cadangan berarti tanggal penyelenggaraan akan sangat bergantung kepada penyelesaian pembangunan trek dan proses homologasi serta pengujian.

    "Fokusnya harus kepada konstruksi, homologasi dan juga pengujian, khususnya karena ini adalah sirkuit jalanan baru," kata Ezpeleta, seperti dikutip laman resmi MotoGP.

    "Seperti yang telah disebutkan, terdapat kemungkinan perubahan terjadi terhadap kalender provisional dan segera setelah kami mendapatkan gambaran yang lebih jelas, tentunya tergantung pada konstruksi dan pengujian, kami dapat memulai mendiskusikan kemungkinan tanggal untuk Grand Prix pada 2021."

    Selanjutnya: Tak Mau Hanya Jadi Penonton


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah KLB Partai Demokrat, Apa Kata AD/ART?

    Sejumlah kader ngotot melaksanakan KLB Partai Demokrat. Kubu AHY mengatakan bahwa pelaksanaan itu ilegal. Pasal-pasal AD/ART Partai dapat menjelaskan.