Atalanta vs AS Roma 4-1, Fonseca Sebut Timnya Lemah, Tidak Agresif, Kekanakan

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih AS Roma Paulo Fonseca. REUTERS/Alberto Lingria

    Pelatih AS Roma Paulo Fonseca. REUTERS/Alberto Lingria

    TEMPO.CO, JakartaAtalanta bangkit dari ketinggalan untuk mengalahkan AS Roma dengan skor 4-1 pada pertandingan putaran ke-13 Liga Italia yang dimainkan di Stadion Gewiss, Bergamo, Ahad waktu setempat atau Senin dini hari WIB.

    Berkat hasil itu Atalanta kini menghuni posisi ketujuh klasemen dengan 21 poin, sedangkan Roma tertahan di posisi keempat dengan 24 poin.

    Pelatih Roma Paulo Fonseca sangat marah dengan para pemainnya setelah kekalahan itu. "Saya tidak ingin mencari alibi. Tim bermain dengan intensitas yang hebat di babak pertama, tetapi babak kedua kami kekanak-kanakan, itu adalah pria melawan anak laki-laki," kata dia kepada Sky Sport Italia.

    “Tim ini sangat lemah, tidak agresif, dan itu berakibat fatal melawan tim seperti Atalanta. Bukan fisik, ini psikologis, pertanyaan tentang sikap."

    “Kami bermain bagus selama 25 menit, kemudian mengubah sikap sepenuhnya. Itu tidak bisa terjadi."

    "Kami ingin memenangkan setiap pertandingan dan jika tim menjaga sikap di babak pertama, kami mungkin menang. Namun, bermain seperti yang kami lakukan di babak kedua membuat sangat sulit untuk mengambil poin dari lawan besar.

    Roma unggul cepat saat pertandingan baru berdurasi tiga menit. Henrikh Mkhitaryan menggulirkan bola dari sisi kiri saat Cristian Romero lengah, dan Edin Dzeko berada dalam posisi tidak terkawal untuk dengan mudah melesakkan bola ke gawang tuan rumah.

    Tim tamu hampir menggandakan keunggulan pada menit kesembilan. Kiper Pierluigi Gollini melakukan sedikit kesalahan saat keluar dari gawangnya, dan sepakan Leonardo Spinazzola melambung sedikit ke atas mistar gawang Atalanta.

    Atalanta perlahan-lahan memperbaiki permainannya, dan sepakan voli Marten de Roon dari tepi kotak penalti dapat ditangkap kiper Antonio Mirante. Peluang berikutnya dimiliki Ruslan Malinovsky yang melepaskan sepakan melebar dan sepakan Robin Gosens dapat dibendung.

    Pelatih Atalanta Gian Piero Gasperini memasukkan Josip Ilicic dan Jose Luis Palomino pada babak kedua. Mereka pun terus menggempur Roma, dengan sepakan melebar Malinovsky.

    La Dea kemudian menyamakan kedudukan pada menit ke-59. Duvan Zapata mampu mengungguli Chris Smalling untuk menerima umpan terobosan Ilicic, dan menyelesaikannya dengan sepakan keras untuk membobol gawang Roma.

    Spinazzola harus ditarik keluar lapangan karena cedera dan Mirante menepis sepakan melengkung Josip Ilicic. Namun saat pergerakan itu berlanjut, Ilicic melepaskan umpan silang dari sisi kanan dan Robin Gosens menyambutnya dengan sundulan masuk ke gawang tim tamu untuk membuat Atalanta memimpin 2-1 pada menit ke-70.

    Momentum itu berlanjut dan angin permainan kini digenggam Atalanta. Pada menit ke-72, mereka memperbesar keunggulan saat Luis Muriel mengintersep operan Jordan Veretout di lapangan tengah, berlari ke depan, dan mengecoh Mirante untuk menceploskan bola ke gawang yang kosong.

    Ilicic mengemas gol terakhir Atalanta pada menit ke-85. Ia meliuk-liuk melewati tiga hadangan kubu Roma di tepi kotak penalti, untuk kemudian memaksa Mirante kebobolan untuk keempat kalinya.

    FOOTBALL ITALIA | ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.