MotoGP: Marverick Vinales Bicara Kegagalan Yamaha di 2020, Jadi Musim Terburuk?

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap Monster Energy Yamaha Maverick Vinales. REUTERS/Jennifer Lorenzini

    Pembalap Monster Energy Yamaha Maverick Vinales. REUTERS/Jennifer Lorenzini

    TEMPO.CO, Jakarta - Menurut Maverick Vinales, musim MotoGP 2020 adalah salah satu musim terumit dalam kariernya. Terdepak dari posisi lima besar klasemen MotoGP, pembalap Monster Energy Yamaha MotoGP itu menganggap musim ini tidak berjalan dengan baik untuknya, bahkan sejak melakukan debut bersama Suzuki pada 2015.

    “Tahun ini saya sangat ingin menyelesaikannya, karena akhir tahun sangat sulit. Ini adalah waktu untuk berhenti sedikit dan memberi saya dan Yamaha, waktu untuk berkembang." kata dia dikutip dari Motosan, Ahad 20 Desember 2020.

    Selain itu, ia memulai sebagai salah satu pembalap favorit untuk merebut gelar juara MotoGP 2020 setelah absennya Marc Marquez. Namun, Vinales dan pabrikan Yamaha kembali gagal. Kini, pembalap asal Catalan itu berusaha menemukan solusi untuk menghadapi persaingan di MotoGP 2021.

    “Penting bagi kami untuk beranjak bahwa kami berusaha membuat Yamaha berkembang. Tahun depan, dengan kondisi yang sama, akan jauh lebih sulit. Saya tidak tahu bagaimana kami memulai tahun ini dengan baik, tetapi mengakhirinya dengan sangat buruk. Sulit untuk memberi penjelasan, saya harap ada, karena dengan cara itulah masalah bisa diselesaikan," ujar dia.

    Di MotoGP 2020, Yamaha memiliki masalah pada semua lini seperti mesin, rem, dan kopling. “Kami melakukannya, mencoba menyelamatkan apa pun itu, tetapi itu terlalu sulit, karena kami tidak memiliki penjelasan di akhir. Anda tidak melihat bahwa semuanya akan membaik, Anda mencoba berdoa agar di trek itu motornya sempurna sejak awal dan Anda dapat mengambil lompatan, tetapi itu rumit,” ujarnya.

    Pada tahun 2020, pabrikan Iwata telah memenangkan tujuh balapan, sama seperti pada tahun 2017 dan 2019. Di atas kertas, mungkin hasil itu tampak menjadi hal yang baik. Namun, justru sebaliknya. “Marc tidak gagal dan ketiadaannya membuka pintu bagi orang lain untuk menang. Di Yamaha kami telah memenangkan orang yang berbeda, tetapi kami belum meraih poin dengan pembalap yang sama," kata dia.

    “Pada akhirnya kami tidak bisa melawan karena semua kesalahan. Di masa lalu, semuanya berjalan dengan baik. Saya pikir telah terjadi banyak kesalahan sejak awal tahun. Jika tidak, kami bisa meraih kemenangan dan beberapa hasil yang sangat bagus," kata Maverick Vinales.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?