Kaleidoskop 2020: Bulu Tangkis Antara Prestasi, Pandemi, dan Pergantian Nakhoda

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PP PBSI menggelar tes swab untuk mendeteksi COVID-19 di lingkungan atlet-atlet di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta Timur, Jumat (4/9/2020). ANTARA/HO-PP PBSI/am.

    PP PBSI menggelar tes swab untuk mendeteksi COVID-19 di lingkungan atlet-atlet di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta Timur, Jumat (4/9/2020). ANTARA/HO-PP PBSI/am.

    Pergantian Nakhoda

    Pada 2020 induk organisasi bulu tangkis, Pengurus Pusat Persatuan Bulu tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI), berganti nakhoda. Agung Firman Sampurna menggantikan Wiranto. Ketua BPK itu menjadi calon tunggal dan terpilih secara aklamsi dalam Musyawarah Nasional di Jakarta pada 6 November.

    Agung Firman Sampurna. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Agung Firman pun sudah mengumumkan susunan kepengurusan baru untuk masa jabatan 2020-2024 pada pekan ini. Ia merangkul banyak kalangan termasuk Kapolda Metro Jaya Irjen Mohammad Fadil Imran dan Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo yang ditunjuk sebagai staf khusus ketua umum dan Sekretaris Jenderal PP PBSI.

    Jabatan bidang dana dan usaha yang pada kepengurusan Wiranto diisi oleh Yoppy Rosimin kini digantikan oleh Indra Sinarmata. Selain itu, ada pula pengurus lama yang kembali menjadi tulang punggung PP PBSI di antaranya Alex Tirta sebagai ketua harian sekaligus wakil ketua umum I, mantan pemain nasional Taufik Hidayat yang menjadi staf ahli bidang pembinaan dan prestasi (binpres), dan Ricky Soebagdja sebagai subid pengembangan prestasi daerah.

    Selanjutnya, Agung juga merangkul pelatih ganda putri Rionny Mainaky sebagai Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PBSI, menggantikan Susy Susanti dari kepengurusan sebelumnya. Mantan atet nasional, Taufik Hidayat, juga masuk ke dalam jajaran pengurus.

    Di bawah kepengurusan baru inilah bulu tangkis Indonesia akan menatap tahun depan, yang diharapkan sudah terbebas dari lilitan pandemi.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Fakta Vaksin Nusantara

    Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menuai pro dan kontra.