Fakhri Husaini Latih Tim Sepak Bola Aceh untuk PON Papua Mulai 28 Januari

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Fakhri Husaini memeluk pemain Timnas U-16 Amiruddin Bagas dan David Maulana. (Antara)

    Fakhri Husaini memeluk pemain Timnas U-16 Amiruddin Bagas dan David Maulana. (Antara)

    TEMPO.CO, JakartaAsosiasi Provinsi PSSI Aceh merekrut mantan pelatih tim nasional U-16 Fakhri Husaini sebagai pelatih tim sepak bola yang dipersiapkan ke Pekan Olahraga Nasional (PON) 2021 di Provinsi Papua.

    Ketua Asosiasi Provinsi PSSI Aceh Nazir Adam di Banda Aceh, Minggu, mengatakan Fakhri Husaini mulai bergabung dengan tim pada 28 Januari mendatang.

    "Pemusatan latihan tahap kedua dimulai 28 Januari mendatang. Tim ditangani langsung Fakhri Husaini bersama pelatih lainnya yang sejak awal membesuk tim sepak bola PON Aceh," kata Nazir Adam.

    Nazir Adam mengatakan pihaknya juga sudah mempertemukan Fakhri Husaini dengan Ketua Harian KONI Aceh Kamaruddin Abubakar. KONI Aceh menyambut baik pelatih asal Aceh tersebut.

    "Kami memberi kepercayaan penuh kepada Fakhri Husaini menangani tim. Apa pun keputusan soal pelatih, materi pelatihan, semua keputusan Fachri Husaini. Kami tidak akan intervensi apapun," kata Nazir Adam.

    Fakhri Husaini mengaku terpanggil melatih tim PON Aceh. Sebab, selama karier sepak bolanya, dirinya belum memberi kontribusi kepada daerah kelahiran, baik sebagai pemain maupun pelatih.

    "Sebagai pemain, saya tidak pernah memperkuat klub asal Aceh. Begitu juga sebagai pelatih. Saya menerima tawaran melatih Aceh karena terpanggil ingin berkontribusi kepada daerah kelahiran," kata Fakhri Husaini.

    Fachri Husaini mengaku saat ditawari melatih tim Aceh, dirinya juga mendapat tawaran menjadi asisten pelatih timnas Shin Tae Yong. Dirinya memilih melatih tim PON Aceh karena amanah orang tua.

    "Saya berharap kehadiran saya diterima masyarakat Aceh. Apalagi target yang diberikan kepada saya cukup tinggi, masuk final sepak bola PON di Papua. Saya mengharapkan dukungan dan doa semua pihak agar target tersebut bisa tercapai," kata Fakhri Husaini.

    Menyangkut pemain, Fachri Husaini mengatakan akan mempertahankan 20 pemain yang ada. Namun begitu, tidak tertutup kemungkinan ada muka-muka baru. Semua tergantung proses pelatihan yang dijadwalkan berlangsung sembilan bulan.

    "Saya mengapresiasi 20 pemain tersebut yang telah meloloskan Aceh ke PON Papua. Namun begitu, bukan berarti pemain baru tidak dipanggil. Kami akan panggil pemain baru sesuai kebutuhan tim," kata Fakhri Husaini.

    Pelatih yang membawa timnas U-16 menjuarai Piala AFF 2018 itu mengatakan akan menerapkan standar tinggi dalam pelatihan dengan menerapkan empat komponen yakni fisik, teknik, taktik, dan mental. Semua pemain harus memiliki empat komponen tersebut.

    "Kami mengharapkan seluruh pemain menampilkan kemampuan terbaik dengan semangat tinggi. Mereka yang akan menentukan nasib sepak bola Aceh di lapangan saat PON nanti," kata Fakhri Husaini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.