Cari Pembunuh Teman Pramugarinya, Manny Pacquiao Siap Bayar Rp 141 Juta

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Manny Pacquiao berpose dalam konferensi pers untuk pertandingannya melawan Lucas Matthysse di kelas welter WBA di sebuah hotel di Kuala Lumpur, Malaysia 20 April 2018. Manny Pacuiao menegaskan dirinya belum tua untuk tetap bersaing di tinju dunia. REUTERS/Lai Seng Sin

    Manny Pacquiao berpose dalam konferensi pers untuk pertandingannya melawan Lucas Matthysse di kelas welter WBA di sebuah hotel di Kuala Lumpur, Malaysia 20 April 2018. Manny Pacuiao menegaskan dirinya belum tua untuk tetap bersaing di tinju dunia. REUTERS/Lai Seng Sin

    TEMPO.CO, Jakarta - Legenda tinju Manny Pacquiao telah menawarkan hadiah uang tunai untuk menemukan mereka yang menemukan pelaku pemerkosaan dan pembunuhan seorang pramugari bernama Christine Angelica Dacera. Christine, yang ditemukan tewas di bak mandi sebuah hotel mewah di Filipina setelah pesta Tahun Baru, adalah teman dekat keluarga Pacquiao.

    Pacquiao, yang merupakan senator Filipina terpilih, menyatakan dalam sebuah wawancara bahwa dia menawarkan lebih dari 7.500 poundsterling atau setara Rp 141,8 juta bagi mereka yang menemukan pembunuhnya. "Saya akan memberikan 500 ribu peso kepada mereka yang menangkap para tersangka," kata dia kepada radio DZRH melalui The Inquirer, Selasa, 6 Januari 2021.

    Ia mengatakan pernah bertemu Christine sebelumnya karena dia mengenal keluarganya secara pribadi. Dacera menginap di City Garden Hotel bintang empat di kota Makati, Manila, untuk merayakan Tahun Baru bersama teman-temannya.

    Perempuan berusia 23 tahun itu bersama beberapa rekannya di pesta itu. Salah satu dari mereka, Rommel Galida, bangun sekitar jam 10 pagi dan melihatnya tertidur di kamar mandi. Galida mengatakan dia menyelimuti Christine dengan selimut sebelum kembali tidur.

    Ketika dia bangun beberapa jam kemudian, dia menemukannya tidak sadarkan diri dan mulai membiru. Christine dilarikan ke rumah sakit Makati oleh tiga teman dan staf hotel, tetapi dokter menyatakan pramugari tersebut meninggal pada saat kedatangan.

    Rumah sakit memberi tahu pihak berwenang tentang kematiannya pada pukul 5 sore pada 1 Januari. Penyelidik sedang menunggu otopsi, tetapi mereka memastikan bahwa tubuh Christine mengalami memar dan luka termasuk di paha dan lututnya.

    Petugas menemukan bahwa sekitar sepuluh orang menghadiri pesta pribadi di salah satu kamar yang disewa. Christine diduga telah diperkosa atau diperkosa beramai-ramai. Polisi juga menunggu laporan toksikologi untuk mengetahui apakah dia menggunakan narkoba atau alkohol. Investigasi atas kematian masih berlangsung.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.