MotoGP: Davide Brivio, Manajer Tim Suzuki Ecstar, DIkabarkan Hengkang ke F1

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap Suzuki Ecstar, Joan Mir berselebrasi dengan rekan setimnya usai meraih gelar Juara Dunia MotoGP perdananya di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Spanyol Ahad, 15 November 2020. REUTERS/Albert Gea

    Pembalap Suzuki Ecstar, Joan Mir berselebrasi dengan rekan setimnya usai meraih gelar Juara Dunia MotoGP perdananya di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Spanyol Ahad, 15 November 2020. REUTERS/Albert Gea

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim MotoGP Suzuki diguncang kabar hengkangnya manajer tim Davide Brivio ke Formula 1. Orang yang membantu membawa Suzuki meraih gelar juara MotoGP 2020, dirumorkan hengkang untuk bergabung dengan tim Formula 1 Alpine.

    Laki-laki asal Italia itu mencatat kesuksesan bersama Suzuki pada 2020. Selain itu, ia juga sempat mengantar Yamaha untuk berada di posisi tertinggi di MotoGP. Meskipun belum ada konfirmasi resmi tentang kepergiannya dari Suzuki, dikutip dari Motorsport, Rabu, 6 Januari 2021, seorang sumber telah menyebutkan kepindahan Brivio ke posisi senior di Alpine hampir pasti terjadi.

    Ada spekulasi yang meningkat bahwa struktur manajemen tim baru di Alpine sedang dipertimbangkan. Bos tim saat ini, Cyril Abiteboul, akan pindah menempati posisi dalam organisasi Alpine. Dengan begitu, Direktur Eksekutif Marcin Budkowski bisa mengambil alih posisi sebagai kepala tim, dengan Brivio berpotensi mengambil peran CEO untuk mengawasi operasi yang lebih luas.

    Renault telah mengeluarkan komentar tegas tentang potensi perubahan struktur tim setelah mendapat dorongan baru dari CEO Renault Luca de Meo. Abiteboul telah ditugaskan oleh de Meo untuk membuat rencana untuk mengganti brand dari Renault menjadi Alpine. Di saat bersamaan, ia mengakui tidak ada jaminan akan tetap sebagai kepala tim F1 di masa mendatang.

    ADVERTISEMENT

    Abiteboul mengatakan bahwa fokusnya melakukan yang terbaik untuk pabrikan mobil sport. Namun, ia memberi sinyal hanya bertahan di F1 hingga akhir 2020. "Itu adalah misi yang saya mulai, yang akan saya tangani dalam beberapa minggu," katanya. "Apa yang dapat saya sampaikan kepada Anda adalah bahwa saya tetap dalam konteks misi itu sampai akhir tahun ini berkomitmen penuh dalam peran saya sebagai kepala tim. "

    Sementara kepindahan Brivio ke F1 akan menjadi kejutan. Dia memiliki sejarah kerjasama dengan de Meo saat bekerja untuk Yamaha MotoGP. Brivio adalah manajer tim untuk pabrikan sepeda motor asal Jepang pada saat disponsori oleh Fiat dari tahun 2007 hingga 2010.

    Brivio pindah ke MotoGP pada tahun 2002 dan berperan penting membantu Valentino Rossi ke puncak performa dari tahun 2004. Pada 2013, Brivio memutuskan untuk kembali ke posisi tim resmi saat ia mengambil peran bos tim Suzuki. Brivio memandu Suzuki dan pembalapnya, Joan Mir, memenangkan gelar MotoGP 2020.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selain Makan di Warteg, Ini Sejumlah Kegiatan Asyik yang Bisa Dilakukan 20 Menit

    Ternyata ada banyak kegiatan positif selain makan di warteg yang bisa dilakukan dalam waktu 20 menit. Simak sejumlah kegiatan berikut...