IOC: Atlet di Olimpiade Tokyo Harus Jadi Prioritas Vaksin Covid-19

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wartawan mengambil gambar dan video untuk mengabadikan cincin Olimpiade raksasa dipasang kembali di daerah Odaiba Marine Park, di Tokyo, Jepang, 1 Desember 2020. (REUTERS/KIM KYUNG-HOON)

    Wartawan mengambil gambar dan video untuk mengabadikan cincin Olimpiade raksasa dipasang kembali di daerah Odaiba Marine Park, di Tokyo, Jepang, 1 Desember 2020. (REUTERS/KIM KYUNG-HOON)

    TEMPO.CO, JakartaPejabat senior Komite Olimpiade Internasional (IOC) Dick Pound berpendapat bahwa para atlet yang akan berlaga di Olimpiade Tokyo 2021 harus diprioritaskan mendapat vaksin Covid-19. Menurut dia, prioritas vaksin bisa membuat atlet terjun dalam pelaksanaan Olimpiade Tokyo yang sempat tertunda satu tahun.

    Anggota terlama IOC asal Kanada itu mengatakan bahwa Olimpiade masih dapat dilanjutkan dengan partisipasi atlet massal, tetapi hanya jika mereka divaksinasi, katanya kepada media lokal Inggris yang dikutip Reuters, Jumat, 8 Januari 2021.

    "Di Kanada, di mana kita mungkin memiliki 300 atau 400 atlet, rasanya bisa untuk mengambil beberapa ratus dari jutaan vaksin yang tersedia agar bisa mewakili negara dalam acara sebesar ini. Saya rasa tidak akan ada protes publik akan hal itu," kata Pound.

    Ia melanjutkan, "Ini adalah keputusan yang harus dibuat oleh setiap negara dan akan ada orang yang mengatakan bahwa atlet melompati antrean, tetapi saya pikir itulah cara paling realistis untuk melanjutkannya."

    Selama kunjungannya ke Tokyo pada November, Presiden IOC Thomas Bach mengatakan para atlet akan didorong untuk mendapatkan vaksin tetapi tidak diwajibkan untuk berpartisipasi dalam Olimpiade.

    Secara terpisah, Pound mengatakan bahwa sifat pandemi virus corona yang selalu berubah berarti tidak ada yang bisa memastikan apakah Olimpiade akan berlangsung dalam waktu kurang dari 200 hari. "Saya tidak bisa memastikan karena masalah utama yang mencolok adalah lonjakan virus," kata Pound. 

    Lebih dari 15.000 atlet dari hampir setiap negara di dunia diharapkan hadir ke Tokyo untuk Olimpiade yang dimulai pada 23 Juli, dan Paralimpiade berikutnya. Kekhawatiran apakah Olimpiade dapat diadakan di Tokyo telah meningkat dalam beberapa minggu terakhir karena kasus COVID-19 meningkat di Jepang dan di seluruh dunia.

    Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga menegaskan kembali niatnya untuk mengadakan Olimpiade. Ia tetap yakin Olimpiade berjalan meskipun telah mengumumkan keadaan darurat di ibu kota dan prefektur sekitarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.