Pulang dari Spanyol, Timnas U-19 Akan Jalani Karantina di Hotel Selama 5 Hari

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Latihan Timnas U-19 di Spanyol. pssi.org

    Latihan Timnas U-19 di Spanyol. pssi.org

    TEMPO.CO, JakartaPara pemain Timnas U-19 Indonesia akan menjalani karantina begitu tiba di Tanah Air dari Spanyol pada Kamis malam, 14 Januari 2021, demi mencegah penyebaran COVID-19.

    "Setibanya di Indonesia kami harus karantina mandiri di hotel selama lima hari dan melakukan swab test PCR," ujar Direktur Teknik PSSI Indra Sjafri, dikutip dari laman PSSI, Rabu.

    Indra menegaskan, pihaknya mengikuti semua aturan terkait upaya menghambat COVID-19 oleh pemerintah Indonesia.

    Timnas U-19 Indonesia sendiri dijadwalkan berangkat dari Spanyol pada Rabu hari ini, pukul 11.50 waktu setempat.

    Sebelum pulang, semua personel dites usap di Spanyol dan seluruhnya menunjukkan hasil negatif.

    Namun, dari skuad asuhan pelatih Shin Tae-yong ada dua nama yang tidak turut ke Indonesia yaitu Kelana Mahessa dan Khairul Imam Zakiri.

    Kelana kembali ke Jerman sementara Khairul bergabung ke klubnya di Spanyol yaitu CD Polillas yang sebelumnya dikenal sebagai Gymnastica Cueta.

    PSSI memulangkan timnas U-19 ke Tanah Air lebih cepat dari rencana karena pandemi COVID-19 cenderung tinggi di Spanyol yang membuat pemerintah setempat tidak mengizinkan adanya pertandingan uji coba.

    Sebelumnya, Amiruddin Bagas dan kawan-kawan dijadwalkan berada di Spanyol sampai 31 Januari 2021.

    Mereka berangkat ke sana pada 26 Desember 2020 untuk menjalani pemusatan latihan (TC).

    Awalnya, TC itu menjadi persiapan menuju Piala Dunia U-20 tahun 2021. Akan tetapi, dalam prosesnya, Piala Dunia U-20 tahun 2021 dibatalkan oleh FIFA, yang kemudian memutuskan untuk menggelarnya kembali pada tahun 2023.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.