MotoGP: Cedera Marc Marquez Disebut Karma Konflik dengan Valentino Rossi

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap tim Repsol Honda Marc Marquez. (ANTARA FOTO/REUTERS/Sergio Perez/wsj).

    Pembalap tim Repsol Honda Marc Marquez. (ANTARA FOTO/REUTERS/Sergio Perez/wsj).

    TEMPO.CO, Jakarta - Loris Reggiani menghidupkan kembali konflik antara Marc Marquez dan Valentino Rossi setelah insiden tahun 2015. Menurut dia, cedera yang menimpa pembalap Repsol Honda itu adalah buah karma dari konfliknya dengan The Doctor.

    "Pada2015, Marquez memutuskan bahwa Rossi tidak perlu memenangkan gelar dan ia telah membuatnya gagal. Pada 2020, ia seharusnya memenangkan gelar juara dunia yang membuatnya punya catatan sama seperti Valentino. Tapi itu karma," kata Reggiani melalui akun media sosialnya dikutip dari Motosan, Kamis, 14 Januari 2021.

    Musim MotoGP 2020 Marc Marquez harus absen setelah mengalami cedera patah tulang pada seri pembuka di Sirkuit Jerez, Juli lalu. Pembalap Spanyol itu terjatuh di putaran pertama Kejuaraan Dunia dan harus menjalani operasi hingga tiga kali.

    Baca juga : MotoGP 2021: Pemulihan Marc Marquez Picu Perdebatan di Internal Tim Honda?

    Tim Honda ingin berhati-hati dengan waktu pemulihan Marquez menjelang MotoGP 2021. Namun, Loris Reggiani, pembalap era 1980-1990-an itu yakin bahwa kemampuan Marquez tidak akan pernah sama lagi setelah mengalami cedera.

    Reggiani mengenang peristiwa yang melibatkan Marquez dengan Valentino Rossi pada 2015 silam. Pada musim itu, Rossi sempat menuding Marquez membantu Lorenzo untuk menjadi juara dunia MotoGP. Di Australia, ketiganya terlibat balapan sengit. Alih-alih membantu Lorenzo menang, Marc Marquez akhirnya berhasil merebut kemenangan di seri tersebut.

    Drama Marquez dan Rossi berlanjut di Sirkuit Sepang, Malaysia. Dari insiden yang dikenal dengan Sepang Clash itu, Rossi diganjar hukuman start dari posisi terakhir saat GP Valencia. Hukuman itu didapat sebagai buntut jatuhnya Marquez ketika keduanya bersaing di Sepang. Peristiwa itu menjadi sandungan Rossi yang saat itu tengah memimpin klasemen MotoGP.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?