Beban Panitia Terlalu Berat, Kirab Api PON Papua Diserahkan pada TNI

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Obor Pekan Olahraga Nasional (PON). Antara

    Obor Pekan Olahraga Nasional (PON). Antara

    TEMPO.CO, JakartaPanitia Besar Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua mempercayakan Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk menangani Kirab Api PON yang bakal melewati kabupaten/kota lima wilayah adat di Bumi Cenderawasih, wilayah paling Timur Negara Kesatuan Republik Indonesia.

    Ketua I Bidang Pertandingan, Arena, Peralatan, dan Upacara, Yusuf Yambe Yabdi kepada wartawan di Jayapura melalui laman PB PON Papua, Sabtu,  mengatakan, kirab dan pengambilan api PON akan dserahkan semuanya ke TNI sebab beban PB PON terlalu berat.

    "Beban PB PON terlalu berat, sehingga kita tidak bisa mengurusi semuanya dan PON ini adalah event nasional yang tempatnya hanya digelar di Papua," katanya.

    Oleh sebab itu, lanjut Yusuf Yambe, sinergitas antara seluruh komponen yang ada di negara ini harus dioptimalkan untuk mensukseskan PON Papua.

    "Nah, di situ nanti Pangdam XVII/Cemderawasih akan menunjuk penanggung jawab swakelola dan akan berkomunikasi dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk menyusun langkah teknis sebagaimana yang diatur dalam proses pengambilan api PON seperti PON-PON sebelumnya," katanya.

    Sementara itu untuk jenis-jenis upacara yang lain seperti penyambutan kontingen dan penghormatan kontingen, penghormatan pemenang, gala dinner dan lainnya itu semua diproses PB PON.

    "Jadi, yang tantangannya berat yah itu kirab dan pengambilan api PON karena pengambilan itu di Bintuni dan harus melewati 5 wilayah adat. Itu yang agak susah, oleh sebab itu kami menilai TNI memiliki organisasi yang sangat solid sampai ke seluruh kabupaten/kota bahkan lintas provinsi jadi itu yang kita maping di bidang I. Dan itu sudah disetujui oleh ketua harian,"tegasnya.

    Sebelumnya, Ketua Harian PB PON Papua Yunus Wonda menyebut kirab api PON melewati perwakilan kabupaten dari lima wilayah adat sebelum finis di Stadion Papua Bangkit 2 Oktober 2021.

    Kelima wilayah adat itu meliputi Kabupaten Biak (Saereri), Wamena (La Pago), Mimika (Mee Pago), Merauke (Anim Ha), Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura (Mamta).

    Baca Juga: Menpora Upayakan Atlet PON Dapat Prioritas Vaksin Covid

    Yunus Wonda mengatakan, prosesi pengambilan api PON, dari start hingga finis akan ditangani langsung TNI karena mereka di bawah bidang upacara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.