Persib Ibaratkan Penghentian Liga 1 Musim 2020 Bagai Buah Simalakama

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesepak bola Persib Bandung dan tim official memperkenalkan diri serta mengenalkan seragam baru saat acara Launching Tim Persib 2020 di Bandung, Jawa Barat, Selasa 25 Februari 2020. Persib Bandung yang saat ini dilatih oleh Robert Rene Alberts memperkenalkan tujuh seragam baru dan 26 pemain dalam tim yang akan menjalani laga pada liga 1 2020. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

    Pesepak bola Persib Bandung dan tim official memperkenalkan diri serta mengenalkan seragam baru saat acara Launching Tim Persib 2020 di Bandung, Jawa Barat, Selasa 25 Februari 2020. Persib Bandung yang saat ini dilatih oleh Robert Rene Alberts memperkenalkan tujuh seragam baru dan 26 pemain dalam tim yang akan menjalani laga pada liga 1 2020. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Jakarta - Manajemen Persib Bandung menilai penghentian kompetisi Liga 1 Indonesia musim 2020 bagai buah simalakama karena dua sisi berbeda sama-sama memberikan dampak besar bagi setiap klub.

    Di satu sisi, klub merasa lega dan tidak lagi terombang-ambil di tengah ketidakjelasan nasib kompetisi. Di sisi lain, klub akan mengalami kerugian besar, terutama dari sisi finansial karena mereka telah mengeluarkan dana tidak sedikit untuk menjalani kompetisi musim 2020.

    "Keputusan itu sudah pasti berdampak pada semua klub sebagai peserta kompetisi, tak kecuali Persib. Bagi Persib, dibatalkannya kompetisi 2020 karena kondisi kahar (force majeure), pandemi Covid-19, bagai buah simalakama. Ada dua sisi yang terasa," tulis pernyataan resmi Persib dalam laman resminya, Kamis, 21 Januari 2021.

    Baca juga: PSSI Akhirnya Resmi Hentikan Kompetisi Liga 1 dan Liga 2 Tanpa Juara

    "Yang terpenting adalah pengorbanan besar yang dilakukan semua pihak untuk sepak bola Indonesia selama ini tak boleh sia-sia."

    Manajemen tim berjuluk Maung Bandung itu selanjutnya meminta PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) segera memutuskan langkah terdekat setelah penghentian, termasuk kompetisi musim 2021.

    Seperti dalam pernyataan sebelumnya, Persib tetap mengusulkan kompetisi digelar dengan mengikuti pada kalender Eropa yakni pada Agustus. Dengan begitu, segala permasalahan klasik di persepakbolaan Indonesia sedikitnya bisa teratasi, termasuk bursa transfer pemain.

    Baca juga: PSSI Minta PT LIB Siapkan Kompetisi Liga 1 2021, Termasuk Kompetisi Junior

    Sembari menunggu Agustus, Persib mengusulkan kepada federasi, operator, dan seluruh klub mesti berembuk lagi memikirkan opsi turnamen lain untuk mengisi kekosongan waktu.

    "Sebab, sebagai klub sepak bola profesional, Persib hidup dari kompetisi dan kegiatan sepak bola. Perlu adanya kepastian jadwal Liga 2021 dan PSSI melakukan aktivasi kegiatan sepak bola selama menunggu dimulainya kompetisi Liga 2021," pernyataan klub Liga 1 ini.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.