Faktor Ini yang Membuat Pengurus PB PASI Lobi Luhut untuk Gantikan Bob Hasan

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Luhut Binsar Panjaitan. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Luhut Binsar Panjaitan. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) Tigor Tanjung menjelaskan beberapa alasan ketika meminta Luhut Binsar Pandjaitan memimpin organisasi yang telah membina Lalu Muhammad Zohri menjadi juara dunia lari 100 meter junior. Menurut Tigor, proses pencarian sosok ketua baru PB PASI mulai dilakukan sejak Bob Hasan yang sebelumnya menjadi nakhoda meninggal.

    "Proses pencarian ketua umum ini dilakukan dengan cara mendekati beberapa orang. Melihat orang ini, mungkin bisa, kita coba kontak, ajak bicara. Di sisi lain kita menerima masukkan juga," kata dia saat dihuhungi Tempo, Senin, 25 Januari 2020.

    Dalam perjalanannya, menurut Tigor, para tokoh yang masuk radar mulai berguguran satu per satu. Ia menjelaskan proses lobi hasilnya berbeda-beda dari beberapa kandidat ketua umum. "Ada yang nggak jadi ketemu, ada yang ketemu tapi tidak berlanjut. Ada yang ketemu tapi hanya dengan tim atau utusannya. Ada yang mau tapi menurut kita bakal sulit mengembangkan PASI nantinya," kata dia.

    Menjelang pelaksanaan Musyawarah Nasional, Tigor mendapatkan masukkan untuk membangun komunikasi dengan Luhut. Ia pun intens membangun komunikasi dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi tersebut. "Tukar pikiran, beliau lempar bola, saya juga lempar bola. Akhirnya, sepakat, beliau oke saya maju kalau begitu," ungkap Tigor menjelaskan proses komunikasinya dengan Luhut.

    Tigor menjelaskan alasan memilih Luhut karena telah berpengalaman memimpin PB Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) selama 10 tahun. Pengalaman itu, kata dia, membuat Luhut memiliki bekal pengetahuan perihal pola manajemen keolahragaan.

    "Bergaul dengan atlet sudah tahu, kemudian beliau kan bekas pimpinan militer berarti disiplin, kerja keras, panjang menyerah, siap tempur dan nilai itu juga harus dimiliki atlet. Jadi nanti itu bakal terbawah ke gaya kepemimpinannya," ucapnya.

    Latar belakang lainnya yang jadi pertimbangan, kata Tigor Tanjung, yakni pengalaman Luhut menjadi Duta Besar di Singapura. Sehingga, menurut dia, kemampuan diplomasi sudah teruji. Kemampuan Luhut di dunia bisnis, menurut Tigor bisa menjadi bekal mengurus organisasi. "Terakhir, dengan kedudukan beliau sebagai Menko Kemaritiman pasti juga memiliki hubungan ke luar negeri yang baik," ujar dia.

    Baca Juga: Tantangan Pertama Luhut Sebagai Ketua Umum PB PASI

    Sebelumnya,  Luhut Binsar Pandjaitan resmi menjabat sebagai Ketua Umum PB PASI Periode 2021-2025. Luhut terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Nasional (Munas) yang digelar virtual, Senin, 25 Januari 2021. Sebanyak 34 Pengurus Provinsi (Pengprov) setuju menjadikan Luhut sebagai Ketua PB PASI menggantikan Bob Hasan yang meninggal pada 31 Maret 2020 lalu.

    IRSYAN HASYIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.