Jadi Ketua PBSI, Agung Firman Sampurna Mulai Berlatih Bulu Tangkis

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Agung Firman Sampurna. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Agung Firman Sampurna. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta Agung Firman Sampurna bercerita mulai rutin bermain bulu tangkis sejak terpilih memimpin Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia, November silam. Agung yang juga Ketua Badan Pemeriksa Keuangan memanfaatkan lantai 20 Gedung Kantornya sebagai lapangan bulu tangkis. "Mainnya di lantai 20, tadinya tidak tercapai karena bocor, sekarang jadi dua lapangan," kata dia dalam wawancara bersama Tempo di Kantor BPK, Jakarta, Rabu, 28 Januari 2020.

    Ia pun menjadwalkan hari Selasa dan Kamis untuk berlatih olahraga tepok bulu tersebut. Ia pun mulai berlatih mulai pukul 19.00, biasanya rampung sekitar pukul 21.00. Namun, jika lagi asyik bermain Agung bersama staf BPK yang ikut bermain bulu tangkis bisa sampai pukul 23.00. "Pulangnya tidur, makan kacang ijo semangkok kecil, pulang ke rumah tidur. Mandi di sini dulu," ucapnya.

    Baca: Perbaiki Sektor Putri, Alasan Ketua PBSI Ajak Rionny Mainaky ke Indonesia

    Sebagai pemula, Agung mengaku baru belajar memukul kok. Dia pun berlatih bersama pelatih dari Pelatnas Cipayung yang ikut menyiapkan perlengkapan seperti raket dan kok. "Kalau saya lebih banyak latihan mukul, abis itu 10-15 menit istirahat kemudian ngobrol, biasa pas istirahat karakoean 1-2 lagu. Kemudian bertanding satu set," kata dia.

    Meski baru berlatih bulu tangkis, pria kelahiran Palembang ini sudah rutin berolahraga sejak kecil. Ia pun masih rutin jogging sebanyak tiga kali setiap pekannya. Namun, sejak pandemi Covid-19, aktivitas jogging diganti dengan mengenjot sepeda statis. " Senin, Rabu, dan Jumat, saya sepeda statis 30 menit kalau malam," ujarnya.

    Agung Firman Sampurna menuturkan pernah menekuni beberapa olahraga bela diri selain berlatih bulu tangkis. Karate, silat, dan kempo merupakan bela diri yang pernah dipelajari pria kelahiran 19 November 1971 tersebut. Untuk karate, ia mencapai sabuk hitam DAN 1. Ketika berlatih Kempo, Agung hanya sampai level manji. "Kalau di Sumatera Selatan itu belajar bela diri bagian dari how to survive," kata dia.

    IRSYAN HASYIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.