Hendra / Ahsan Beberkan Taktik yang Loloskan ke Final BWF World Tour Finals

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan. (foto: twitter/@bwfmedia)

    Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan. (foto: twitter/@bwfmedia)

    TEMPO.CO, Jakarta - Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan berhasil lolos ke babak final BWF World Tour Finals 2020 di Bangkok, Thailand, Sabtu, 30 Januari 2021. Mereka sekaligus melakukan revans dengan mengalahkan Choi Sol Gyu/Seo Seung Jae (Korea Selatan), dengan skor 23-21, 21-13, dalam waktu 34 menit.

    Dalam pertandingan di Impact Arena itu, persaingan ketat terjadi di game pertama. Wakil Negeri Ginseng itu tertinggal empat point saat kedudukan 16-12, namun mereka berusaha mengejar dan menyamakan skor menjadi 18-18, 20-20, 21-21. Akhirnya game ini akhirnya dimenangi Hendra/Ahsan dengan 23-21 dalam 17 menit.

    Di game kedua, Hendra/Ahsan tampil lebih percaya diri. Juara All England 2019 ini tidak memberikan kesempatan lawan untuk unggul. Mereka juga bermain lebih solid dan akhirnya merebut tiket ke partai puncak setelah menang 21-13.

    Ahsan bersyukur dengan keberhasilan itu. "Syukur Alhamdulillah sudah menang hari ini dan masuk final. Selama pertandingan berusaha lebih tenang dan enjoy. Kalau mainnya lebih tenang, penempatan bolanya juga lebih enak," tutur dia seperti termuat dalam laman PBSI.

    Ie menjelaskan kunci kemenangan mereka. "Tetap kita pegang depannya dulu, supaya mereka banyak mengangkat dan kita banyak menyerang, itu sih kuncinya dari depan dulu. Memang kita juga menguatkan defense supaya tidak mudah tembus."

    Adapun Hendra mengaku belajar dari pertemuan sebelumnya. "Ada sedikit perubahan. Kami tadi bermain tidak selalu keras, meskipun main di depan, tapi kami rem sedikit. Jadi merekanya lebih sulit, karena di pertandingan sebelumnya kalau kita menekan terus di depan, mereka lebih senang," ka dia Hendra.

    "Game kedua mereka juga mainnya tetap begitu, tidak ada perubahan. Jadi kami lebih enak mengatur. Mungkin Seung Jae sudah agak capek, tadi saya liat dia sudah agak berat. Apalagi dia bermain rangkap (ganda campuran)."

    Keyakinan pada diri sendiri untuk memenangkan pertandingan pun sangat dibutuhkan. Pasalnya, Hendra/Ahsan kalah dalam dua laga terakhir melawan Sol Gyu/Seung Jae. Mereka takluk penyisihan grup B Kamis (28 Januari) dengan skor 19-21, 16-21 dan perempat final Yonex Thailand Terbuka, Jumat (15 Januari), dengan skor 16-21, 19-21.

    "Meskipun dikejar harus tetap fokus, dari kemarin memang begitu terus, dikejar terus, tapi ya berusaha lebih tenang saja. Berdoa dan tidak mau memikirkan 'yah dikejar lagi', justru harus yakin kalau pertandingan ini masih bisa dimenangkan," kata Ahsan.

    Menghadapi tiga pertandingan beruntun memang tidak mudah. Apalagi bagi mereka dengan usia yang tergolong tidak muda lagi. Hendra pun mengakui harus banyak mempersiapkan diri, terutama dari sisi tenaga dan fisik.

    Hendra menjelaskan tantangan yang dihadapinya. "Kalau untuk menjaga fokus sih bisa diatasi. Setiap pertandingan, fokus, terus bisa relaks lagi. Sementara yang jadi masalah itu memang faktor usia, tenaga, dan fisik. Dari kemarin sudah kalah, ya kita kembalikan lagi fisiknya. Ada gym-nya sedikit, buat saya itu penting dan berpengaruh," kata dia.

    "Kalau saya lebih ke diri sendiri, menyiapkan diri sendiri untuk final besok. Kalau strategi nanti sebelum main akan dibahas dengan Ko Herry. Jadi siapkan mental saja, siap capek," tuturnya.

    Baca Juga: Di Tengah Pandemi, Tenis Australia Open Boleh Dihadiri Penonton

    Di babak final bulu tangkis BWF World Tour Finals 2020, Hendra/Ahsan akan menghadapi Lee Yang/Wang Chi-lin (Taiwan) yang melaju dengan mengalahkan Ben Lane/Sean Vendy (Inggris) dengan skor 21-13, 21-13.

    BADMINTON INDONESIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.