Soal Capaian di 3 Turnamen di Thailand, PBSI Singgung Daya Juang Atlet Berkurang

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Bidang Pembinaan Prestasi (Kabid Binpres) PP PBSI Rionny Mainaky. HO/PBSI

    Kepala Bidang Pembinaan Prestasi (Kabid Binpres) PP PBSI Rionny Mainaky. HO/PBSI

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Bidang Pembinaan Prestasi PP PBSI Rionny Mainaky mengungkapkan pandangannya soal pencapaian atlet bulu tangkis Indonesia yang tidak sesusai target di tiga turnamen Asia di Thailand. Menurut dia, pencapaian di tiga turnamen itu memperlihatkan penurunan daya juang para atlet.

    "Secara menyeluruh memang ada penurunan di daya juang, kecuali Greysia / Apriyani, dari sisi konsentrasinya mereka juga bisa konsisten sampai akhirnya juara. Kalau yang lain masih terlihat goyah. Daya juang ada, tapi terlihat masih naik turun. Mau naik dan bangkit itu susah," kata Rionny seperti dilansir rilis PBSI, Ahad, 1 Februari 2021.

    Tiga turnamen leg Asia di awal tahun 2021 telah usai. Pada BWF World Tour Finals 2020, Indonesia tanpa gelar. Hanya ganda putra Mohammad Ahsan / Hendra Setiawan yang berhasil sebagai runner-up.

    Baca juga : Kata Ahsan / Hendra Setelah Gagal Pertahankan Juara di BWF World Tour Finals

    Pada Thailand Open pertama 12-17 Januari, Indonesia mengantongi gelar juara di sektor ganda putri lewat kemenangan yang diraih Greysia Polii / Apriyani Rahayu. Di sektor ganda campuran, Praveen Jordan / Melati Daeva Oktavianti keluar sebagai runner up.

    Sementara pada Thailand Open seri kedua 19-24 Januari, tidak ada wakil Indonesia yang lolos ke babak final. "Untuk Thailand Open seri kedua, dengan target dua medali, justru malah kalah di semifinal dua-duanya (ganda putra dan ganda putri)," kata Rionny.

    Sementara untuk hasil World Tour Finals 2020, Rionny sendiri belum berkoordinasi lebih lanjut untuk membahas dengan pemain atau pelatihnya. "Nanti setelah semua kembali ke Jakarta, saya akan kumpulkan semuanya. Ini memang harus benar-benar harus dievaluasi, bukan dari pemainnya saja tapi dari pelatihnya juga," katanya.

    "Harus dicek semua, ditonton ulang lagi pertandingannya. Pelatih masing-masing sektor harus benar-benar evaluasi dan membuat catatan-catatan apa saja yang harus kita benahi," kata Rionny.

    Selain dari segi teknis, kekalahan skuad PBSI juga dinilai kurang dari sisi non-teknis. Terutama dalam hal stamina. Namun menurut Rionny Mainaky, yang paling utama adalah motivasi para atlet untuk tetap semangat saat berlaga. "Saya rasa intinya adalah bagaimana motivasi para atletnya. Terutama motivasi untuk daya juangnya. Jadi harus kami gali lagi, apa yang bisa membuat mereka lebih semangat lagi," ujar dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sepak Terjang Artidjo Alkostar Si Algojo Koruptor

    Artidjo Alkostar, bekas hakim agung yang selalu memperberat hukuman para koruptor, meninggal dunia pada Ahad 28 Februari 2021. Bagaimana kiprahnya?