PBSI Mulai Persiapkan Program Latihan Khusus Menuju Olimpiade Tokyo

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Greysia Polii / Apriyani Rahayu. Doc. BWF.

    Greysia Polii / Apriyani Rahayu. Doc. BWF.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI Rionny Mainaky mengatakan akan mulai mempersiapkan program latihan khusus bagi para atlet yang diproyeksikan tampil pada Olimpiade Tokyo.

    Riony menyampaikan hal itu menyusul kegagalan tim bulu tangkis Indonesia di tiga turnamen Leg Asia di Thailand bulan lalu. Dari tiga kejuaraan level Super 1000 itu, tim Merah Putih hanya mampu merebut satu gelar lewat ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu di ajang Yonex Thailand Open.

    "Kalau untuk Olimpiade, memang harus benar-benar dipersiapkan. Apalagi banyak kejuaraan yang berdekatan, memang ada yang masuk poin Olimpiade ada yang tidak,” kata Rionny dalam laman resmi PBSI yang dipantau di Jakarta, Senin.

    Baca juga: Soal Capaian di 3 Turnamen di Thailand, PBSI Singgung Daya Juang Atlet Berkurang

    Menurut Rionny, pihaknya akan berbenah memikirkan strategi khusus untuk persiapan para atlet menuju kualifikasi Olimpiade, terutama dalam sesi latihan.

    “Tapi untuk pemain-pemain yang akan ikut Olimpiade, nanti saya dengan pelatih-pelatih mungkin akan berikan latihan khusus tersendiri," ujar dia melanjutkan.

    Setelah melakoni tiga turnamen yang digelar sepanjang Januari, tim bulu tangkis Indonesia pun harus kembali bersiap menghadapi kejuaraan kualifikasi Olimpiade Tokyo.

    Berdasarkan jadwal yang dirilis Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) pada Desember lalu, ada delapan turnamen yang masuk perhitungan poin Olimpiade yang akan dimulai pada Maret nanti.

    Swiss Open (Super 300) bakal menjadi laga pembuka pada 2-7 Maret, kemudian diikuti German Open pada 9-14 Maret. Perhitungan poin Olimpiade ditutup melalui India Open pada 11-16 Mei.

    Hingga kini, Indonesia telah meloloskan delapan wakilnya ke pesta olahraga empat tahunan yang dijadwalkan mulai dibuka pada 23 Juli 2021.

    Seturut peringkat Race to Tokyo BWF (per 28 April 2020), delapan wakil tersebut adalah Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie, Gregoria Mariska Tunjung, Kevin Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, dan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja.

    Anthony Sinisuka Ginting dan yang lainnya harus mempertahankan posisinya di delapan besar Race to Tokyo untuk bisa tampil di Olimpiade.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.