Analisis Tyson Fury Soal Penyebab Kekalahan McGregor: Lama Tidak Bertarung

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tyson Fury. (instagram/@gypsyking101)

    Tyson Fury. (instagram/@gypsyking101)

    TEMPO.CO, Jakarta - Petinju kelas berat Tyson Fury memberikan pendapatnya tentang penyebab kekalahan Conor McGregor atas Dustin Poirier di UFC 257. Menurut dia, kekalahan itu terjadi karena The Notorius sempat absen dan terlambat aktif untuk kembali ke arena pertarungan.

    McGregor datang kembali ke panggung oktagon setelah hampir absen selama hampir setahun. Terakhir bertarung, ia hanya memiliki 40 detik untuk menang KO atas Donald Cerrone di UFC. Alhasil, petarung MMA asal Irlandia itu pun kelimpungan menghadapi Poirier dalam dua ronde dan kalah KO.

    Tyson Fury pun mendukung klaim bahwa ketidakaktifan naluri bertarung McGregor membuatnya kalah KO dengan cepat. “Dia (McGregor) tidak aktif selama beberapa waktu untuk menjelaskan kekalahannya, dan dia benar," kata Tyson kepada Gareth A Davies dikutip dari The Sun, 2 Februari 2021.

    Ia meneruskan, “Conor McGregor bertarung pada 2016, kemudian dia absen dua tahun dan kemudian dia bertarung melawan Khabib pada 2018. Kemudian dia absen dua tahun lagi, dan kemudian dia melawan Cerrone pada Januari 2020. Lalu dia memiliki satu tahun lagi, dan kemudian dia melawan Poirier."

    Baca juga : Tinju Dunia: Sambut Anak Keenam, Tyson Fury Ungkap Cara Didik Anak Soal Uang

    Menurut bintang tinju dunia dan juara WBC berusia 32 tahun itu, "Penyebab itu tidak diragukan lagi. Ketika satu orang aktif, berlatih, bertarung, di kamp pelatihan, sedangkan satu orang lain hanya berada di sofa, tentu itu situasi yang tidak baik.”

    Tyson Fury, 32 tahun, sendiri tidak asing dengan waktu lowong selama pandemi Covid-19. Setelah menghabiskan hampir tiga tahun setelah memenangkan gelar pada 2015, ia sempat terjerumus pada dunia alkohol, penyalahgunaan zat dan depresan. Namun, Gipsy King kembali dengan kemenangan melawan Sefer Seferi pada Juli 2018.

    Lalu, ia menjadi juara dunia untuk mengakhiri comeback yang luar biasa setelah mencopot sabuk WBC Deontay Wilder. Fury pun mengungkapkan pentingnya aktivitas tersebut menjaga konsistensi penampilannya di ring tinju. “Anda bisa kehilangan waktu, Anda kehilangan jarak, Anda kehilangan semuanya."

    “Anda kehilangan semuanya, itu semua harus diperoleh kembali di dalam kamp dan dalam pertarungan. Jika Anda bertanding tiga kali berturut-turut setelah Anda tidak pernah berada di atas ring selama tiga tahun, pada pertarungan ketiga Anda akan sepuluh kali lebih baik dari yang pertama. Saya selalu mengetahui risiko itu karena, saya selalu tahu tentang risiko ketidakaktifan seperti ini," kata Tyson Fury soal McGregor.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.