Olimpiade Tokyo 2021: Panitia Terbitkan Panduan Pencegahan Covid-19, Ini Isinya

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Olimpiade Tokyo 2020 yang ditunda hingga 2021 karena wabah COVID-19, terlihat di dekat rambu lalu lintas di gedung Kantor Pemerintah Metropolitan Tokyo di Tokyo, Jepang 22 Januari 2021. Pemerintah Jepang disebut telah sepakat untuk membatalkan pergelaran Olimpiade Tokyo 2021 yang akan berlangsung Juli mendatang. Peningkatan kasus Covid-19 menjadi alasan. REUTERS/Issei Kato

    Logo Olimpiade Tokyo 2020 yang ditunda hingga 2021 karena wabah COVID-19, terlihat di dekat rambu lalu lintas di gedung Kantor Pemerintah Metropolitan Tokyo di Tokyo, Jepang 22 Januari 2021. Pemerintah Jepang disebut telah sepakat untuk membatalkan pergelaran Olimpiade Tokyo 2021 yang akan berlangsung Juli mendatang. Peningkatan kasus Covid-19 menjadi alasan. REUTERS/Issei Kato

    TEMPO.CO, Jakarta - Panitia penyelenggara Olimpiade Tokyo 2021 merilis sejumlah peraturan awal terkait penanggulangan COVID-19 dalam acara pesta olahraga terbesar di dunia pada musim panas ini. Peraturan bagi delegasi federasi internasional, yang digabungkan ke dalam suatu playbook oleh panitia penyelenggara Olimpiade Tokyo, Komite Olimpiade Internasional, dan Komite Paralimpiade Internasional, mengatur sejumlah hal sebagai bagian protokol kesehatan.

    Dalam peraturan tersebut, terdapat ketentuan dari protokol mencuci tangan, penerapan disinfektan ke meja makan hingga melarang suporter bersorak atau bernyanyi selama menonton pertandingan. Playbook terpisah tersedia bagi atlet, media dan awak stasiun penyiaran. Berikut ini sejumlah panduan utama yang dipublikasikan pada Rabu seperti dilansir Reuters, Rabu, 3 Februari 2021.

    1. HIGIENE
    Playbook mengatur partisipan Olimpiade harus mengenakan masker wajah setiap saat, kecuali ketika makan dan tidur atau berada di luar arena. Panduan itu menyarankan ruangan berventilasi sehingga memungkinkan pertukaran udara secara teratur atau setidaknya setiap 30 menit dan sebisa mungkin menghindarkan diri dari saling tukar barang. Selain itu federasi internasional diimbau membawa lebih banyak masker untuk mengantisipasi udara Tokyo yang panas dan lembab ketika musim panas.

    Baca juga : Paris Siapkan Rencana Darurat untuk Olimpiade 2024 Bila Pandemi Masih Berlanjut

    2. KONTAK SOSIAL
    Buku panduan itu mengatakan partisipan harus membatasi kontak fisik dengan para atlet dan menjaga jarak mereka minimal dua meter. Atlet juga diharuskan menghindari keramaian dan tempat-tempat tertutup sebisa mungkin untuk mencegah kontak fisik yang tidak diperlukan seperti pelukan, tos, dan jabat tangan. Panduan itu juga mengatakan partisipan seharusnya tidak menaiki transportasi publik kecuali jika memiliki izin.

    3. MEMASUKI JEPANG
    Kontak dengan orang lain ditahan seminimal mungkin selama rentang 14 hari sebelum memasuki Jepang. Partisipan Olimipiade akan diharuskan menyiapkan daftar nama-nama orang yang mungkin terlibat kontak selama di Olimpiade, termasuk teman sekamar atau teman satu tim. Di bandara, partisipan harus bergerak secepat mungkin dan tidak mampir ke toko apapun.

    4. TES, TRACING, ISOLASI
    Peserta Olimpiade akan dicek suhu badannya setiap saat mereka memasuki arena dan akan harus melaporkan hasil mereka ke aplikasi laporan kesehatan. Selain menjalani tes dalam rentang 72 jam sebelum terbang ke Jepang, mereka akan dites PCR di bandara dan selama Olimpiade.

    Direktur Operasi Olimpiade IOC Pierre Ducrey mengatakan para atlet akan menjalani tes setidaknya setiap empat hari. Kasus positif akan segera memaksa isolasi. Panduan lebih lanjut soal isolasi dan tes akan selesai pada April nanti.

    5. SELAMA OLIMPIADE
    Partisipan diizinkan mendukung para atlet dengan bertepuk tangan, tapi tidak dengan menyanyi atau bersorak-sorak.

    6. VAKSIN
    IOC akan bekerja sama dengan Komite Olimpiade Nasional untuk mendorong dan membantu atlet dan staf agar dapat divaksinasi di negara asal mereka sebelum pergi ke Jepang. Tapi, vaksinasi bukanlah suatu kewajiban untuk berpartisipasi di Olimpiade.

    7. SANKSI
    Delegasi internasional akan diwajibkan menunjuk seorang liason officer COVID-19, yang akan bertanggung jawab memastikan partisipan mengikuti panduan. Tidak mengindahkan peraturan akan berdampak pada keikutsertaan para atlet dan ofisial di Olimpiade dan partisipasi di kompetisi lain. Pelanggaran serius dalam mematuhi panduan itu bisa menyebabkan penarikan akreditasi atau hak berpartisipasi ke suatu ajang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.