Proliga Voli 2021 Dimulai Seusai Lebaran, Pengurangan Dana Sponsor Diantisipasi

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim Proliga 2020 putra Jakarta Garuda. (PB PBVSI)

    Tim Proliga 2020 putra Jakarta Garuda. (PB PBVSI)

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Proliga, Hanny Surkatty, mengatakan bahwa kompetisi bola voli Proliga musim 2021 akan ditunda hingga Hari Raya Idul Fitri pada Mei mendatang. Penundaan ini dilakukan lebih lama setelah Proliga berencana menggulirkan kompetisi pada Januari lalu. 

    “PBVSI (Pengurus Pusat Persatuan Voli Seluruh Indonesia) baru akan memulai kegiatan setelah Lebaran. Jadi, tidak akan ada kegiatan apa-apa sebelum Lebaran, tapi tentunya tetap sambil melihat perkembangan situasi di Indonesia,” kata Hanny dalam webinar “Harapan Olahraga di tengah Pandemi” di Jakarta, Rabu, 3 Februari 2021.

    Hanny mengakui bahwa terdapat beberapa kendala dalam menggulirkan kembali kompetisi di tengah pandemi COVID-19. Selain izin dari kepolisian, biaya kompetisi yang tinggi serta masalah yang berkaitan dengan sponsor menjadi faktor lain yang perlu dipertimbangkan.

    Baca juga : Jadwal Proliga 2021 Ditunda Lebih Lama, Baru Digelar Usai Lebaran

    Berbeda dengan edisi-edisi sebelumnya yang berpindah-pindah lokasi dari satu kota ke kota lain, Proliga 2021 direncanakan digelar terpusat di Padepokan Voli, Sentul, Bogor dan tanpa penonton. Kompetisi dengan sistem gelembung ini dinilai justru akan membuat biaya penyelenggaraan Proliga membengkak karena harus menggelarnya dengan protokol kesehatan, termasuk kewajiban tes usap rutin.

    Di sisi lain, penyelenggaraan tanpa penonton juga akan berpengaruh terhadap dana sponsor yang berkurang. Belum lagi, klub bola voli juga tidak punya pemasukan dari penjualan tiket. Untuk memastikan kompetisi bisa kembali bergulir setelah Lebaran, Hanny berharap pemerintah bisa membantu menjembatani komunikasi dengan pihak sponsor.

    “Proliga tanpa penonton pasti ada pengurangan dana sponsor yang diberikan. Padahal penyelenggaraan tanpa penonton ini butuh biaya yang lebih besar karena harus dengan protokol kesehatan seperti satu kamar satu orang. Itu membuat biaya cukup besar,” ucapnya.

    Hanny Sukati meneruskan, “Saya mohon dari Menpora dan Komisi X DPR bisa menjembatani dengan pihak sponsor karena mereka kemungkinan menahan diri apalagi tanpa penonton meski ini disiarkan di TV. Tanpa adanya sponsor mustahil bisa jalan. Mau kita bikin protokol sebagus apa pun kalau tanpa ada sponsor yang membiayai tidak mungkin jalan.”


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.